Kelak untuk tetap bisa bekerja, orang orang ini harus terus memenangkan Prabowo-Gibram ditahun 2029
Lalu demi mereka & pekerjaan mereka. Sekolah, taman baca masyarakat, TK, PAUD dan fasilitas publik lainnya milik desa harus dirobohkan.
Kudus punya ulama yang bikin gempar media nasional.
Kerja sehari-hari jadi tukang bangunan. Penampilan sehari-hari selayaknya kuli bangunan. Namun ia terkenal di dunia internasional.
Ia sudah menghasilkan banyak kitab, jadi rujukan lintas negara. Dilakoninya di sela-sela rutinitas sbg kuli bangunan.
Mbah Riyan Al-Mastur. Begitulah namanya dikenal warga. Dulu temannya sering memanggilnya Supri.
Sementara melalui kitab-kitab digarapnya, namanya dikenal sebagai Ibnu Harjo Al-Jawi.
Ia meneliti kitab-kitab klasik yang rumit, mengoreksinya, hingga menelusuri jejak kitab-kitab tua.
Alhasil, dedikasinya dan hasil kerjanya mendunia.
Terkini, beliau dapat penghargaan MUI Award 2026. Namun ia memilih tidak datang.
Agaknya karena ia tak ingin sanjungan atasnya membuatnya tak lagi membumi.
Di tengah dunia yang gila hormat dan popularitas, ia memilih menjaga jarak agar tetap waras.
@0tk0il@_ambivalensi Dilembvr vka mah mangots nv motong domba dilevwevng teh gevs dva kali nv motongna maraot, matak ayevna mah mawa asakna mvn salametan teh. Menvrvt ilmv perdvkvnan mangots kvmahow eta?
Prof. Zainal Arifin Mochtar mengatakan:
“Saya meminta MUI segera mengeluarkan fatwa haram untuk intervensi politik dalam perkara peradilan.
Saya berharap betul kepada para ulama dan kiai mau meneriakkan fatwa tersebut kepada para penguasa.”
saya melihat, kalau UU ngga ditakuti, semoga fatwa ulama bisa.
🙏
@jellypastaa Ahh mungkin ada korelasi nya kak asta. Aku mau tanya, dulu waktu kecil banyak bgt capung beterbangan tapi sekarang kaya nya susah bgt nemu satu pun dihamparan tanaman padi/palawija. Aku perhatiin sekarang malah lebih banyak populasi lalat nya di tempatku. Con
#intinyadeh menanggapi teror penyiraman air keras ke Andrie Yunus, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya nyampein:
> Ini bukan lagi alarm, ini sudah jurang demokrasi. Sudah titik nadir
> Minta akuntabilitas penegakan hukum dari negara
> Teror ini gak akan menyurutkan KontraS
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan demokrasi sudah ada di jurang.
Hal ini dia sampaikan dalam konferensi pers merespons tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Kontras yang dilakukan oleh orang tak dikenal pada malam 12 Maret 2026.
🎥: Permata Adinda
#KontraS #AndrieYunus #ProjectMultatuli