Aku belajar ketulusan dari senja. Walau jingganya hanya puaskan sesaat, kehadirannya kadang terabaikan oleh hiruk-pikuk dunia yang fana, namun cerianya selalu hadir menyapa setiap jiwa-jiwa yang merindukannya, juga yang tak peduli sekalipun.
@PelangiPuisi
Di bawah langit kelam,
malam memeluk rindu paling hening.
Namamu kusemat dalam doa,
Mencintaimu adalah ketulusan abadi yang tanpa suara.
#puisipendek
~@putraberkata
Di bawah langit kelam,
malam memeluk rindu paling hening.
Namamu kusemat dalam doa,
Mencintaimu adalah ketulusan abadi yang tanpa suara.
#puisipendek@PelangiPuisi
Kita menjauh
saat waktu menjemputmu
pulang duluan
piring dan sendok beradu bisu
dan rindu terasa lebih nyaring
dari suara perut yang lapar
Ibu, sejak kepergianmu
Rumah sunyi
hingga aku belajar
menelan kehilangan
bersama air mata
yang enggan reda.
#SeninPelangi
- @putraberkata
Kita menjauh
saat waktu menjemputmu
pulang duluan
piring dan sendok beradu bisu
dan rindu terasa lebih nyaring
dari suara perut yang lapar
Ibu, sejak kepergianmu
Rumah sunyi
hingga aku belajar
menelan kehilangan
bersama air mata
yang enggan reda.
#SeninPelangi@PelangiPuisi
Seolah waktu mengunciku di hari itu.
Langkah Ibu kian memudar
suaranya perlahan sunyi
menuju singgasana kekal di sana
Rumah jadi asing, malam terlalu besar;
hingga sadar betapa fana dunia.
Aku yang sendirian;
tak tahu cara hidup tanpa pelukmu, Ibu!
#SeninPelangi
— @putraberkata
🌐 @putraberkata
Aku kehilangan ibu pada senja yang merah,
langit bagai luka yang tak sempat sembuh.
Tangis jatuh jadi remah doa di lantai waktu,
mengais satu per satu kenangan suaranya.
Kini aku hidup dari sisa peluknya,
menyebut namanya pelan, agar rindu tak pecah.
#mainkata
Aku kehilangan ibu pada senja yang merah,
langit bagai luka yang tak sempat sembuh.
Tangis jatuh jadi remah doa di lantai waktu,
mengais satu per satu kenangan suaranya.
Kini aku hidup dari sisa peluknya,
menyebut namanya pelan, agar rindu tak pecah.
#mainkata@PemetikAksara
Seolah waktu mengunciku di hari itu.
Langkah Ibu kian memudar
suaranya perlahan sunyi
menuju singgasana kekal di sana.
Rumah jadi asing, malam terlalu besar;
hingga sadar betapa fana dunia.
Aku yang sendirian;
tak tahu cara hidup tanpa pelukmu, Ibu!
#SeninPelangi@PelangiPuisi
Mengubur rindu dalam sebuah kenangan, terangkai aksara-aksara perenungan.
Semerbak doa mewangi, lengkapi nada-nada rumpang dalam nyanyian kepergian.
Cinta begitu agung kala pulang memeluk insaf; surga bersukacita, walau dunia sedang mengeja epitaf.
~@putraberkata
Sekiranya pujangga tak ubahnya sebuah pohon; ia berbatang tubuh puisi, mengakar di lubuk dengan helai-helai imaji yang merapal cahaya cinta, menghasilkan napas dalam aksara-aksara rindu bagi sukma yang dipeluk sepi.
»@putraberkata
Detak waktu dibungkam rindu,
sesekali terisak rintih pada pasak-pasak kepergian yang mengakar.
Pada sunyi beranda hati,
aku menitip pesan pada burung kecil
yang setia mengais kenangan di balik pagar mahligaimu.
~@putraberkata
Kusambut hadirmu renjana,
melalui mata; linangan rindu yang membasahi lereng pipiku.
Merapal doa di mulut; tersalur lembut membelai relung, hingga bermuara dalam mahligai hati.
»@putraberkata
Setumpuk lembaran sajak, bukti perjalanan imaji. Bangga pun sesal mengaduk isi kepala pujangga kesepian, terbingkai dalam suatu dimensi bernama kenangan.
»@putraberkata
Di antara gerimis, rindu begitu kalis; mengintip seberkas harapan dari percik kenangan yang tersaji. Hingga cakrawala luluh tersepuh, menjawab doa-doa melalui julur pelanginya.
»@putraberkata
Di akhir takdir,
dua hati menolak pisah;
cinta dalam diam sepakat berjanji,
walau dunia habis lenyap,
jiwanya saling menggenggam.
#puisipendek
~@putraberkata
Di akhir takdir,
dua hati menolak pisah;
cinta dalam diam sepakat berjanji,
walau dunia habis lenyap,
jiwanya saling menggenggam.
#puisipendek@PelangiPuisi
Dalam aliran waktu yang tak selalu ramah,
biarkan rindu semakin tulus, menolak pupus;
walau sekujur tubuhmu lebam dirajam kebencian, Kekasih.
#puisipendek
~@putraberkata
Hati menolak retak;
dalam doa yang ia bisikkan diam-diam,
arus cintanya memeluk perempuan itu tanpa pernah menuntut hanyut bersama.
#puisipendek
~@putraberkata