Dia sejak awal sudah jujur bahwa tujuan dia berkuasa adalah agar bisnisnya bisa berjalan mulus kembali, tapi para pemilihnya menutup mata. Sekarang, kita semua yang merasakan.
Di-notice ekonom amrik lho ya ๐น๐ซต
Jujur ini harusnya memalukan banget wkwk. Program yang dibangga-banggain cuma jd lahan basah buat dikorupsi.
Ga bisa dinafikan kalau 'Embegek' ini salah satu faktor terbesar situasi ekonomi negara kita kayak skrg.
SHAME ON U, MR. PRES!
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
mksd gueโฆ kenapa sih lu semua seambi itu utk ngancurin rakyat dan negara iniโฆ kayakโฆ harta lu jg udh triliunanโฆ triliunan tuh ribuan miliarโฆ miliar tuh ribuan jutaโฆ ga akan abis jgโฆ kita sbg rakyat could never compete dgn garjimut iniโฆ
aneh banget masa stok di aplikasi sama di toko bisa beda? jelas-jelas beli lewat klik indomaret terus dichat sama mba-mba indomaret lewat WA kalo tumblr yang buzz ga ada karena selisih stok, trs dicancel sm mbanya
jujur janggal yaa min @Indomaret@klikindomaret
Berhentilah mengatakan "MOHON IZIN" apalagi di tambah embel2 "SIAP SALAH". Jangan meniru bahasa militer.
Ketika anak2 didik saya mengatakan demikian meskipun sekedar becanda, saya menegaskan "KAMU TIDAK SALAH" apalagi ketika konsultasi.
Saya prefer mengajarkan mahasiswa2 saya diganti dengan kata "BAIKLAH/BAIK'
Ngomong-ngomong, mohon izin, sudah pada ngopi belum? :)