Kenangan indah..
Tidak perlu dibuang, tidak perlu dilupakan,
Bersyukur atas segala yang telah dilewatkan,
kemudian simpan ditempat yang aman,
Relakan, ikhlaskan, fokus pada masa depan.
"Lah kamu mah mending cuma gini aja"
"Kamu mah belum pernah ngerasain kayak aku sih"
"Nih buktinya aku bisa, masa kamu gini aja ngga bisa"
"Masih enak kamu mah, aku lebih dari itu"
"Aku mah udah pernah lewatin fase itu"
Kalimat2 yang bikin kapok buat curhat lagi, nuhuns 😅🙏🏼
Nangis aja gapapa, sampe segukan juga boleh, nangis bukan berarti km cengeng. Kadang kalo isi kepala udah penuh, hati udah ngerasa sesak, badan udah cape, nangis adalah perantara terbaik. Masuk kamar, matiin lampu, setel musik, terus nikmatin aja sedihnya. Tuhan tau kok km itu kuat
Ini bukan tentang siapa yang akan lebih dulu pergi. Kita sudah sama-sama menjalani semua pertemuan, dan sisanya nanti hanya tentang merelakan. Kita sudah usai dan itu tidak terbantah. Tidak ada yang salah, karena sudah sepatutnya akan selalu ada batas usai, di setiap hal yang sudah dimulai.🥹
Selamat pagi, #SahabatKAI
#KAI121
📸 rony.ramdhani_25 (IG)
"Mencintai itu menyenangkan. Jika berbalas tentu akan lebih menyenangkan. Tapi berani mencintai saja sudah begitu membebaskan."
Sebuah kutipan dari film TAOL
Ustadz Adi Hidayat said: "Di dunia ini manusia yang paling harus kamu sayangi adalah dirimu sendiri. Surga belum jelas, amal masih kurang, ibadah sering lalai, omongan gak dijaga/lisan kotor, suka banget nunda sholat, dan akrab dengan rasa malas."
"Mencintai punya kuasa menyembunyikan yang pahit-pahit dan menampakkan hanya yang manis-manis. Dan katanya, bisa mencintai saja itu cukup karena mencintai membuat kita bisa lebih menghargai hidup. Mencintai, kata orang-orang, membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Paling tidak ingin menjadi orang yang lebih baik. Mencoba hal baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya karena mencintai juga memunculkan berani. Mampu merasakan mencintai, tanpa harus dicintai balik, itu cukup. Cukup seperti angin yang tetap berhembus tanpa berharap terima kasih. Cukup layaknya hujan yang tetap turun meski ada yang menggurutu, ada juga yang mensyukuri, banyak yang tak peduli. Cukup seperti matahari yang terbit dan tenggelam pada masanya dan orang-orang menganggap biasa karena sudah begitulah seharusnya. Masing-masing menjalankan fungsinya karena sudah demikian semestinya. Seperti manusia juga semestinya memakai hati untuk mencinta. Dan mencinta itu, katanya, tidak pernah sia-sia."
Sebuah monolog tentang cinta yang dibacakan Raia Risjad (Putri Marino) di peluncuran bukunya yang berjudul Setiap Gedung Punya Cerita. Monolog yang kutulis khusus untuk adegan film ini.
Mau makan apa? ❌
Makan nasi goreng yuk, atau kamu lagi kepengen makan apa? ✅
Kamu kenapa? ❌
Iya aku tau kamu lagi banyak pikiran, kita jalan yuk buat ngurangin stres ✅
Kamu kangen aku ngga? ❌
Kita ketemuan yuk, aku pengen ngobrol banyak hal sama kamu ✅
Bertemu dengan orang baik,
Di tempat yang baik,
Menjadi teman baik,
Memiliki hubungan yang baik,
Membuat kenangan yang baik,
Berpisah dengan baik-baik,
Berharap yang terbaik,
Tetap mendo'akan yang baik-baik,
Insya Allah jalan terbaik,
Dari Allah yang Maha Baik..
Berkali-kali,
Menerka nerka,
Bertanya tanya,
Apa salah aku?
Jika Iya,
Yang mana? Kapan? Dimana?
Jika tidak,
Apakah ini adil?
Apakah aku harus terus memaklumi?
Kejadian yang berkali kali terjadi,
Bahkan mungkin lebih dari tiga kali,
Jujur sedih sekali ;(
Teruntuk kamu seseorang di kejauhan, sesekali kembalilah. Walau hanya untuk mengabari, sejauh mana dirimu menaruh rasa padaku.
Kelak, kau pun akan merasakan manisnya sebuah pertemuan. Di sini, aku kan tetap bersabar menunggumu, meski tak kutahu datangmu esok atau lusa nanti.
Selamat pagi, #SahabatKAI
#KAI121
📸 zackyfahd (IG)