After berkegiatan pagi hari. Lalu seharian liatin fancam konser EXO, diselingi tidur siang. Terus ketiduran dan tengah malem kebangun gabisa tidur lagi itu rasanyaaa π€π€
3 hari ini sangat depresot gara gara war tiket konser EXO. Merasa tidak berguna gue punya duit tapi kaga dapet dapet ga bisa nonton EXO. Udah mah member sisa separo. Gatau lagi kapan mereka mau konser ya Allah ππππ
Baru dapat insight baru dari orang dikerjaan :
Salah satu kunci tenang kerja di kantor adalah gratitude. Mau liat orang promosi, dapet bonus berlipat-lipat, akrab sama bos, akrab sama client, dll pokoknya jangan pernah iri sama rezeki orang.
Go to work - get the job done - evaluate - improve - go home
Rezeki sudah ada yang atur dan ga mungkin tertukar.
Gw punya temen yang hidupnya kelihatan sepi dari luar tapi dia sendiri tidak merasa begitu.
Senin sampai Jumat HP-nya bunyi. Tapi isinya cuma notif kerjaan dan chat orang kantor. Bukan teman main. Bukan gebetan. Bukan grup receh. Murni profesional.
Weekend? Mode DND. Sosmed jarang dibuka. WhatsApp dibiarkan. Dan dia tidak merasa ada yang kurang.
Karena yang dia butuhkan cuma tiga hal jaringan stabil, WiFi kencang, dan Netflix.
Itu saja. Serius.
Dia sudah sampai di fase di mana mager kenalan orang baru bukan karena insecure atau takut. Tapi karena sudah terlalu paham effort yang dibutuhkan untuk mulai dari nol dengan orang baru. Small talk. Perkenalan. Nanya kerjaan. Nanya hobi. Pura-pura tertarik sama cerita yang sebenarnya tidak terlalu menarik.
Terlalu capek untuk itu semua.
Dating apps? Dicoba. Tapi energi yang dikeluarkan versus hasil yang didapat tidak worth it untuk sekarang.
Dan yang menarik dia tidak sedang menunggu sesuatu. Tidak dalam mode 'nanti kalau ada yang tepat.' Tidak dalam denial bahwa dia kesepian. Dia genuinely nyaman dengan kondisinya sekarang.
Orang sering salah baca kondisi seperti ini sebagai kesepian atau ada yang salah. Padahal tidak.
Ada bedanya antara sepi dan sendiri.
Sepi itu kondisi emosional merasa tidak ada yang peduli, merasa tidak terhubung dengan siapapun, merasa tidak berarti.
Sendiri itu kondisi fisik tidak ada orang di sekitar. Dan itu bisa jadi pilihan yang sangat sadar.
Temen gw itu sendiri. Tapi tidak sepi.
Dan ironisnya orang yang paling sering merasa sepi justru adalah orang yang HP-nya penuh notif. Yang selalu ada di keramaian. Yang tidak pernah berani duduk diam dengan dirinya sendiri karena takut dengan apa yang akan mereka temukan.
Temen gw sudah melewati fase itu. Dan dia menemukan bahwa ternyata dirinya sendiri cukup untuk menemaninya di weekend.