Dalam kehidupan nyata, garis antara protagonis dan antagonis tidak selalu hitam-putih. Seseorang bisa dianggap pahlawan oleh satu pihak dan penjahat oleh pihak lain, tergantung pada nilai dan perspektif yang digunakan.
Separuh hidupku adalah buku yang halamanya terisi, hidup dan berjalanlah dari yang bodoh dari yang bijak, kau tahu ini bukan tipuan, semua perasaan ini kembali kepadamu.
Bernyanyilah demi tawa, demi tangis, bernyanyilah denganku hari ini saja, mungkin besok tuhan memanggilmu.
Setiap memandang cermin, garis wajahku kian jelas, masa lalu sudah berlalu, seperti senja menuju subuh, memang semua harus begitu, semua orang punya tanggungan.
Kutahu, tak seorangpun tahu dari mana datang dan perginya, kutahu ini dosa kita semua, kita harus kalah untuk menang.