Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026).
โข Sebelum 20 April 2026: Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center.
โข Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan: Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan.
โขSekitar 20-23 April 2026: Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah.
โข Jumat, 24 April 2026: Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa.
โข Sabtu, 25 April 2026: Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum.
โขSabtu malam / Minggu, 26 April 2026: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan.
โข27-28 April 2026: Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka.
Sc. https://t.co/5J25CTK965_
#daycare #yogjakarta
@gojekindonesia kalau mau melaporkan beberapa perjalanan sekaligus apakah bisa? Karena sering berpergian dengan tujuan yg sama, baru ngeh beberapa driver masukin biaya parkir bervariasi padahal drop off 10 menit pertama tidak ada parkir
Buat temen-temen di Bekasi & sekitarnya yang rumahnya kemasukan ular/reptil lain gara-gara banjir, bisa hubungi gw yaa buat bantu evakuasinya. Gratisssss.
@txtdrbekasi@txtdrjkt@TxtdrNarogong@rgoestama