YAA ALLAH BAPAK 💙🥲 SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS KEBAIKANNYA 🙏🏻
DI TENGAH KESULITAN YANG DIRASAKAN RAKYAT, SEORANG BAPAK PENJUAL SATE GRATISKAN DAGANGANNYA
Di saat banyak masyarakat sedang berjuang menghadapi tekanan ekonomi, sebuah kisah sederhana namun penuh makna datang dari seorang bapak penjual sate.
Tanpa banyak sorotan, ia memilih membagikan dagangannya secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Bagi sebagian orang, beberapa tusuk sate mungkin terlihat biasa. Namun bagi mereka yang sedang kesulitan, itu bisa menjadi pengganjal lapar dan penguat harapan.
Aksi kecil ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari mereka yang berlebih. Justru di tengah keterbatasan, masih ada orang-orang yang memilih berbagi dengan sesama.
Di saat banyak yang sibuk memikirkan diri sendiri, sang penjual sate menunjukkan bahwa kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Karena terkadang, yang paling mengerti rasa lapar adalah mereka yang pernah merasakannya.
1 suro
UGM punya Tiyo,
UI punya Fatimah Azzahra🔥
Kalo liat full diskusinya di cnnindonesia, gua rasa Fatimah Azzahra ini malah lebih kompeten daripada mas-mas yg ada di istana presiden.
Argumentasinya bagus dan terstruktur, mewakili keresahan rakyat.
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
🚨 JUST IN: AKSI #DEMO DEPAN UOB PLAZA BERJALAN DRAMATIS!!
Ada teatrical dari Mahasiswa! Keren banget nyindirnya!
Mohon hindari jalan arah Bundaran HI agar tidak terkena macet.
#IndonesiaGelap#MenujuIndonesiaBangkrut
Hampir smua wilayah ada aksi demo
Jakarta
Bandung
Surabaya
Jogja
Malang
Lampung
Sumut
Kepri
Apakah pemerintah bakal tetap deaf tone?
Jelasss.. siapa yg berkuasa 😎
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.