Nahkan bener ada yg unik, tapi hari ini bukan tentang kasus pemeriksaan. Mumpung masih anget, coba kuceritain disini ya.. Jadi begini ceritanya:
👴🏻: "Mas, mau daftar rontgen."
👨🏻💻: "Iya Pak, sudah ada surat pengantar? Saya sekalian pinjam KTP buat daftar ya."
(Pasien nyodorin surat + KTP, terus ngeluarin kartu BPJS)
👴🏻: "Ini Mas, sama ini kartu BPJS-nya."
👨🏻💻: "Oh, kartu BPJS-nya ndak usah Pak, saya daftarnya pakai KTP saja."
👴🏻: "Iya Mas, tapi ini nanti saya rontgennya mau pakai BPJS."
👨🏻💻: "Maaf Pak, untuk rontgen dengan pengantar dari klinik luar tidak bisa memakai BPJS," (berusaha tetap lembut).
👴🏻: "Loh kenapa nggak bisa? Kan saya punya BPJS, masa nggak boleh dipakai periksa?" (nada mulai tinggi).
👨🏻💻: "Boleh saja Pak pakai BPJS, tapi harus sesuai alurnya. Tidak bisa digunakan kalau Bapak langsung bawa pengantar dari klinik luar."
👴🏻: "Loh nggak bisa gimana?! Kemarin saya lihat di TikTok katanya periksa foto rontgen gigi bisa pakai BPJS!"
👨🏻💻: "Iya Pak, benar bisa. Tapi alurnya harus sesuai. Bapak periksa dulu ke PPK 1 atau dokter gigi keluarga. Nah, kalau dokter merasa Bapak perlu dirujuk, nanti Bapak dirujuk ke RS sini untuk periksa di poli gigi. Nanti dokter poli gigi RS ini yang kasih pengantar buat rontgen gigi kalau memang dibutuhkan."
👴🏻: "Alah ribet banget. Orang sakit mau periksa aja harus bolak-balik!"
👨🏻💻: (Dalam hati: Iya Pak, emang ribet sebenernya... 😭) "Iya Pak, memang aturan dari BPJS-nya seperti itu."
👴🏻: "Yaudah ini kalau bayar berapa?"
👨🏻💻: (Menyebutkan nominal tarif panoramik)
👴🏻: "Yaudah saya bayar aja, ribet banget mau pakai BPJS aja dipersulit gini!"
👨🏻💻: "Baik Bapak, silakan duduk dulu ya, saya proses pendaftarannya."
---
Fast forward akhirnya pasien selesai saya foto, dan langsung ke kasir buat bayar. Sambil nunggu, saya cuma bisa narik napas panjang.
Jujur, capek banget harus terus-terusan jadi "penjahat" di mata pasien. Bukan petugasnya yang mempersulit, tapi sistemnya memang begitu.
Keresahan saya: kenapa ya dari pihak BPJS sendiri maupun karyawan2nya jarang banget kelihatan aktif di medsos buat meluruskan misinformasi atau konten-konten clickbait yang menyesatkan?
Selama ini, yang mati-matian meluruskan info di X atau TikTok justru teman-teman nakes dokter, perawat, bidan, sampai rekam medis. Kami yang di lapangan yang harus "berhadapan" langsung sama pasien marah-marah gara-gara termakan konten TikTok yang infonya setengah-setengah.
Yuk, teman-teman BPJS, lebih aktif lagi dong buat edukasi publik secara langsung di medsos. Kasihan masyarakatnya bingung, dan kami di lapangan juga kelelahan harus selalu klarifikasi tiap hari. Semoga kedepannya bisa lebih sinergis ya! 🫠
Cara membedakan aksi demo bayaran atau murni gerakan rakyat di Indonesia itu gampang banget.
Kalau demonya dijaga aparat, bahkan dibiarkan bebas berarti berpotensi demo settingan penguasa.
Kalau demonya dihalangi mati-matian sama aparat, bahkan disuruh bubar, itulah demo yang sesungguhnya demi kepentingan rakyat.
MBG Mengalir Sampai Atas Seperti temuan-temuan liputan Tempo, proyek makan bergizi gratis menjadi ladang korupsi. Bancakan Gizi Nasional.
#KartunMajalahTempo
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
Pas magang di Jepang kmrn, ada pegawai baru yg no experience di usia 30an. Pas gue nanya ke buchou di Jepang kek gt lazim apa ngga, jawabannya "iya wajar aja, dia lagian lulusan S3." Njir lulusan S3, first job, umur 35, bisa masuk kerja di industri entry level. Indo could never
buat yang belum tau inimah ya, koala itu kek kangguru juga, ada kantongnya.
tapi liat bocil ini, dia naik ke punggung mamanya 😭😭😭 ga di kantong 😭😭
mana bokongnya ginuk ginuk 😭😭