Ga ada yg bilang Jakarta & sekitarnya paling parah, ga ada jg yg bilang Jogja ga pernah kena dampak. Org cuma ngomongin kondisi sekarang. Tp kamu gaslighting bahwa penderitaan kami belum memenuhi standar penderitaanmu.
What an embarrassing way to display your lack of empathy.
guys,
- tali BH keliatan itu normal
- pakai pembalut itu normal
- bawa pembalut di tas itu normal
- noda darah haid di celana itu bisa kejadian dan normal
- beli pembalut di kasir itu normal
- bulu badan tumbuh itu normal
- punya stretch marks itu normal
- jerawatan itu normal
- nggak selalu tampil cantik/rapi itu normal
- nangis karena hal kecil itu normal
- bilang “aku lagi capek” itu normal
being a woman is literally just having a body. please let women exist without making everything embarrassing.
di sekitar rumah gue banyak banget anak kecil. sering banget denger mereka ngomong kasar atau ngatain temennya 😭
iseng gue tanya, “udah pada sekolah belum? di sekolah diajarin bahasa inggris gak?”
terus gue random nunjuk objek di sekitar sambil nanya bahasa inggrisnya apa, dan mereka malah planga-plongo 😭
akhirnya gue tawarin, “mau aku ajarin bahasa inggris gak?”
serentak mereka jawab, “MAU!” dengan semangat 😭🥹
terus ada yang nanya, “bayar gak, bu?”
gue jawab, “bayar. bayarnya pake gak ngomong kasar lagi dan gak buang sampah sembarangan.” 😭
akhirnya jadi 2x seminggu mereka duduk di teras rumah gue buat belajar kosa kata bahasa inggris sederhana, cuma 30 menit aja.
setiap ada anak yang lewat, ada aja yang bilang, “bu, aku mau ikut ya besok.”
ada juga yang malu-malu cuma berdiri di balik pagar, tapi tetap ikut bersuara pas kami baca bareng 😭
bahkan ada anak-anak umur 2 tahun yang belum bisa apa-apa, tapi ikut-ikutan ngeramein kegiatan ini 🤣
hari pertama cuma 3 anak, hari kedua jadi 4 anak. alhamdulillah, hari ini udah ada 10 anak 🥹❤️
Sodaraku bikin story whatsapp “didoakeun nu ngahujat bapak dewek lempangna tiap 5 lengkah jol goyang itik”
“Didoain yg ngehujat bapak sy (wowo) tiap jalan 5 langkah tiba2 goyang itik”
Sama aku direply gini:
😂😂😂😂😂😂😂