Tiap hari ditanya kapan nikah, sampe kebawa mimpi
๐ฉ"Kalo kamu emg serius, aku juga udah siap nikah. Gpp cuma akad nikah sederhana. Yang penting nikah sekarang2"
๐จ"Kalo kamu emg udah siap, aku lamar kamu. Soalnya aku udah lamar A tapi 2x di tolak. Mending kamu yg jelas syg aku"
Namun Hadirmu semalam dalam mimpi, mengingatkanku pada doa-doaku selama ini.
Mungkin kau sudah menemukan apa yang kamu cari.
"Dateng yah, ke acara syukuran aku"
Wajahmu berseri, bahagia. Dan aku merasa kelegaan yang nyata.
Semogaaa itu adalah kabar yang sangat baik.
Hampir sembilan tahun yang lalu, kamu adalah isi dalam doaku.
"Semoga kamu bukan jodohku, karena kita akan selalu menyakiti satu sama lain. Semoga kamu menikah lebih dulu daripada aku, agar tidak akan ada lagi yang mengganggu hidupku. Karena Hadirmu menggusik ketenanganku."
Atau mungkin doa yang aku panjatkan sembilan tahun lalu, menjadi kenyataan?
Kenyataan bahwa kita selalu menyakiti satu sama lain.
Kenyataan bahwa aku tak menemukan ketenangan.
Sampai pada kenyataan bahwa aku harus menunggumu menikah lebih dulu?
Ahh itu hanya praduga cocokologi.
Berkirim pesan denganmu adalah canduku sekarang, karena sapaan dan senyummu terlalu sulit untuk tidak membuat apa yang ada dalam jiwa ini bergejolak.
Terimakasih karena kamu menjadi satu diantara banyak alasan aku ingin berubah.
Semoga semua harap bukan sekedar harapan.