temenku yang jastiper kr baru pulang terus bilang "ternyata hyeyoon hyeyoon yang lu suka itu mantep juga, kmrn gue denger orang2 disana gosip katanya dia nolak nolakin brand krn mau fokus acting"
terus lanjutlah ak ceritain kl project dia ada 5 setaun😆😆 (mengadon hyeppyending)
Aleya menatap Raphael dengan ekspresi tak percaya. Tatapannya bergerak perlahan, dari wajah pria itu, kaus hitam polos yang dikenakannya, celana jeans gelap, hingga sneakers putih di kakinya.
Raphael langsung tahu.
Ia baru saja melakukan sesuatu yang salah.
“Aku salah apa?” tanyanya hati-hati.
Alih-alih menjawab, Aleya mengulurkan tangan ke arahnya.
“Kunci mobilnya, Pak.”
Raphael mengerjap bingung, tetapi tetap menyerahkan kunci Porsche miliknya. Tanpa banyak bicara, Aleya langsung mengambil alih, lalu berjalan ke sisi pengemudi.
“Bapak masuk.”
Raphael sempat membuka mulut.
“Kit…”
Kalimatnya menggantung di udara. Melihat tatapan Aleya yang bahkan tidak menoleh ke arahnya, ia memilih menelan kembali pertanyaannya. Instingnya mengatakan, ini bukan waktu yang tepat untuk banyak bicara.
Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil nyaris tanpa suara. Raphael hanya sesekali melirik speedometer yang angkanya terus bertambah, sementara tangannya tanpa sadar mencengkeram pegangan di atas pintu. Di sampingnya, Aleya mengemudi dengan fokus penuh. Rahangnya mengeras, matanya lurus menatap jalan, seolah seluruh konsentrasinya sedang digunakan untuk menahan diri agar tidak memarahi bosnya.
Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil berhenti di lobi sebuah mal di kawasan SCBD.
Aleya turun lebih dulu. Tanpa ragu, ia melemparkan kunci mobil kepada petugas valet.
“Jangan diparkir terlalu jauh. Kami cuma sebentar.”
“Baik, Bu.”
Raphael memperhatikan semua itu dari samping mobil. Selalu seperti ini. Setiap kali Aleya mengambil alih keadaan, ada sesuatu dalam dirinya yang diam-diam menikmati pemandangan itu.
Ia tersenyum kecil sebelum menyusul perempuan tersebut memasuki mal.
Tak lama, mereka berhenti di sebuah butik high-end. Begitu pintu kaca terbuka, beberapa staf langsung menyambut mereka dengan ramah.
“Bapak duduk di sini.”
Raphael menurut tanpa protes. Ia menjatuhkan tubuhnya ke sofa, sementara Aleya sudah berjalan menuju rak pakaian pria bersama salah seorang staf butik.
“Kemeja ukuran L,” ucapnya sambil mengamati deretan pakaian yang dipajang. “Cari warna netral. Biru muda atau beige. Celana ukuran tiga puluh empat.”
“Baik, Bu.”
Raphael hanya memperhatikan dari kejauhan. Cara Aleya memilih pakaian begitu cepat dan tegas, seolah ia sudah hafal isi lemari pria itu di luar kepala.
Tak lama kemudian, seorang staf menghampirinya dengan segelas air dingin.
“Silakan, Pak.”
“Terima kasih.”
Staf itu melirik sekilas ke arah Aleya yang masih sibuk berdiskusi dengan rekan kerjanya.
“Itu istri Bapak ya?”
Raphael mengikuti arah pandangnya. Sudut bibirnya perlahan terangkat.
“Oh…” Ia terkekeh pelan. “Iya.”
“Istri saya.”
Jawaban itu keluar begitu saja, nyaris tanpa dipikirkan.
Raphael menyesap air dinginnya untuk menyembunyikan senyum yang semakin sulit ditahan.
Lucu juga.
Beberapa menit yang lalu ia sempat khawatir Aleya akan mencekiknya karena nekat datang ke meeting penting hanya dengan kaus dan jeans.
Sekarang, hanya karena seseorang mengira Aleya adalah istrinya, suasana hatinya mendadak berubah jauh lebih baik.
Q: If Kitae could choose in the final scene, would he save Suin from the water and live together with her ghost, or would he choose to die following Suin?
A: I don't think I could love someone to the extent of the grandmother's maternal love. If I saved Suin, it could lead to even more victims. So I'd rather die and follow Suin instead.
“I'd rather die following Suin.” EXCUSE ME Kitae ??? 😭
#salmokji
this discourse is always started by non-fans. i get it we are frustrated, but please stop dragging hyeyoon into it. every time y'all do, it just triggers male actor fd and she's the one who ends up getting hate.
Knetz lagi rame ngebahas soal ketimpangan popularitas antara aktor dan aktris di drama Korea.
Awalnya, diskusi ini muncul setelah Heo Namjun memenangkan penghargaan Special Award di SBS berkat perannya sebagai Cha Segye di My Royal Nemesis. Menurut sebagian Knetz, porsi cerita dan penampilan Lim Jiyeon jauh lebih dominan, sehingga mereka mempertanyakan mengapa justru hanya aktor pria yang mendapat penghargaan.
OP juga menyinggung drama Perfect Crown. Saat drama tersebut menuai kontroversi terkait distorsi sejarah, IU justru menjadi pihak yang paling banyak menerima kritik dan komentar jahat.
Banyak Knetz kemudian memberi contoh lain, yakni Lovely Runner. Mereka menilai Kim Hyeyoon tampil luar biasa dan menjadi salah satu faktor utama kesuksesan drama. Namun setelah dramanya meledak, popularitas Byeon Wooseok justru melesat jauh lebih besar, mulai dari iklan hingga aktivitas global.
Mereka menilai, nggak jarang aktris yang jadi "tulang punggung" drama dan menuai pujian atas aktingnya, tapi setelah dramanya sukses justru aktor prianya yang melejit lebih jauh. Sebaliknya, kalau dramanya menuai kritik, aktris sering kali jadi pihak yang paling banyak disalahkan.
breaking my silent krn udah kebukti ngedrama. first of all, klo lo mau jahat, plis pinter. kita semua ini kaum literate. we can smell your bullshit from a far. stop bikin narasi palsu you pulled out of your ass. believe me, itu kebaca lu yg nulis bro. cmon, are we 5 or sumn?
emg paling enak pura2 ga ngerti. dari awal jelas ga ada yg minta buat ganti muse, krn kita punya BANYAK pilihan di rumah sendiri. terbukti kan tulisan author kesayangan lu bisa jalan dari bulan kemarin.
terus on a random day author kesayangan lu ngepost fake ass dm request utk ganti muse, dengan songongnya sandingin dgn fake chat bagian dari au kesayangan lu dgn nada merendahkan?