Temenku, Hendra. Montir AC. 8 tahun.
Servis rumah, servis kantor, servis ruko.
Dia bukan teknisi abal-abal. Sertifikasi resmi. Punya tiga karyawan.
Kami nongkrong di teras rumahnya dua Minggu lalu. Aku nyebut AC rumahku lagi gak dingin.
Dia taruh gelasnya. natap aku. Tanya:
"Kapan terakhir lo bersihin filternya?"
Tiga pesan dari Pak JS yang selalu saya ingat sampai sekarang soal cara main kita sebagai ritel di pasar saham.
Beliau selalu mengingatkan kalau kita nekat head-to-head lawan big fund, kita jelas bakal kalah telak. Ritel modal jempol jelas bukan tandingannya.
Mereka menang segalanya: modalnya gede, punya akses informasi A1, langganan terminal Bloomberg, dan punya tim analis sendiri.
Tapi, ritel itu punya satu senjata rahasia yang nggak dimiliki big fund: kita nggak punya beban target performa jangka pendek.
Makanya, satu-satunya cara buat menang adalah dengan memanjangkan horizon investasi.
Syaratnya cuma tiga:
1. Beri waktu yang cukup
Jangan berharap instan. Kasih waktu minimal 3 tahun supaya pasar pelan-pelan mengapresiasi nilai dari saham tersebut.
2. Beli perusahaan bagus
3. Beli di harga yang bagus
Selama tiga syarat itu terpenuhi, waktu justru akan jadi teman terbaik kita, bukan musuh.
BUAT APA MENGANALISA PERGERAKAN IHSG?
Kalau prediksi IHSG sesuai, senang?
Kalau meleset, sedih?
gak perlu gitu ya
tujuan analisa IHSG bukan untuk adu jago menebak arah pasar.
Analisis IHSG itu hanya tools untuk mendukung keputusan trading dan investasi kita,
untuk saya sendiri dengan style scalping dan dividen hunter :
1. Untuk scalping
Saya biasanya melihat arah IHSG hanya untuk memastikan apakah peluang trading sedang ada atau tidak.
Kalau IHSG diperkirakan lemah, saya tidak memaksakan beli.
Kalau kondisi pasar mendukung, saya bisa lebih agresif mencari peluang.
2. Untuk dividend hunter
Analisa IHSG membantu mengelola risiko dan menyusun strategi investasi.
Misalnya:
- Menentukan porsi cash dan saham.
- Memutuskan apakah perlu menambah posisi.
- Menentukan kapan lebih baik menunggu dengan cash terlebih dahulu.
Jadi teman2, salah menebak IHSG bukan berarti langsung rugi.
Sebaliknya, berhasil menebak arah IHSG juga tidak otomatis membuat kita untung.
Untung atau rugi baru terjadi ketika kita mengambil posisi di saham yang kita beli.
IHSG hanyalah kompas.
Yang menentukan hasil akhir tetap keputusan dan manajemen risiko kita.
semoga baik