saya menolak 9-5 karena:
1. saya menyadari 9-5 merupakan produk barat yang dipukul rata ke negara2 yang didominasinya
2. saya malas
3. saya mungkin ada darah sundanya
Btw ini footage pilot maskapai india yang bu*uh d*ri dengan cara fuel starvation pas lagi take off.
dia matiin saluran BBM jadi pas lagi climbing mesin mati jadi gak bisa lanjut terbang
Perubahan dosis chemical Boiler.
1. 3273 : 2 Kg (phosphat)
2. 2811 : 2 Kg (Sulphite)
3. 8507 : 1 Kg (pH &Alkali)
4. 22310 : 0,5 Kg (online cleaning)
kan udah dikasih pembekalan disiplin, angkat senjata, manajerial koperasi. banyak juga tuh anggaran kepake, jangan pada mundur dong gara-gara penempatan jauh😅
guys, ini transaksi bisnis yang menurut gue wajib disorot, karena baunya udah kemana-mana bukan cuma soal duit, tapi soal siapa yang jadi pemenangnya
jadi ceritanya, indosat (isat) baru aja rampungin pelepasan bisnis infrastruktur serat optiknya dan dari situ mereka untung rp1,64 triliun, sifatnya sekali doang alias non-recurring
tapi yang bikin geleng-geleng, siapa yang beli aset strategis ini
indosat lepas 84,9% saham pt infra fiber teknologi (ift) ke pt nusantara fiber teknologi (nft) dan mayoritas saham nft, 50,1%, dipegang sama pt ainfrastruktur indonesia raya (air), salah satu entitas dari grup arsari
dan grup arsari ini bukan grup sembarangan ini grupnya hashim djojohadikusumo, adik kandung presiden prabowo subianto sendiri
jadi bayangin aset infrastruktur telekomunikasi strategis, yang notabene termasuk kategori infrastruktur vital negara, dilepas dari perusahaan telekomunikasi besar, terus jatuh ke tangan bisnis keluarga presiden yang lagi menjabat
makin panas lagi kalau kita liat siapa yang duduk di jajaran komisarisnya sekarang aryo p.s. djojohadikusumo, anak hashim, alias keponakan presiden, resmi jadi komisaris di ift dan nft
jadi ini bukan cuma soal hashim doang yang masuk lewat perusahaan generasi berikutnya, anaknya, langsung dapat kursi strategis juga
total nilai transaksi ini gak main-main 11,71 triliun, rampung awal juli 2026 dan proses ini udah direncanain sejak desember 2025, sempat mau lewat skema akuisisi via perusahaan terbuka, tapi belakangan diubah lewat amandemen perjanjian, katanya demi "efisiensi dan penyederhanaan transaksi"
nah yang menarik dari perubahan skema ini kalau tadinya lewat perusahaan terbuka, transparansinya bakal lebih ketat, lebih banyak mata yang ngawasin begitu diubah jadi skema yang lebih "sederhana", pertanyaannya, sederhana buat siapa
setelah transaksi ini kelar, indosat sendiri gak lepas tangan gitu aja mereka justru harus nanggung beban sewa balik atas aset yang baru aja mereka lepas, alias mereka masih harus bayar buat make infrastruktur yang dulunya milik mereka sendiri
jadi indosat untung sekali doang di depan, 1,64 triliun, tapi ke depannya harus keluar duit terus buat nyewa balik aset yang sekarang udah jadi milik grup keluarga presiden
kalau ditotal jangka panjang, siapa yang sebenarnya lebih diuntungkan dari skema kayak gini indosat yang dapat untung sekali doang, atau grup arsari yang dapat aset strategis plus pemasukan sewa yang bakal terus mengalir bertahun-tahun ke depan
soalnya aneh banget elu jual barang, tapi harus ikut sewa dari barang yang elu jual
ini bukan tuduhan ya, tapi ini pertanyaan yang wajar banget muncul di kepala siapapun yang baca berita ini kenapa aset infrastruktur telekomunikasi penting kayak gini, ujung-ujungnya nyangkut ke bisnis keluarga orang nomor satu di negara ini
Awalnya saya bertanya-tanya, kenapa Hartono mulai menarik asetnya ke luar negeri?
Lalu muncul kabar bahwa BCA akan “dicekal” oleh Isam dan pemerintah, yang berpotensi membuat sahamnya tertekan dan memicu money rush lagi karena kepercayaan terhadap pemerintah semakin menurun.
Kalau melihat cara LTK dijegal lewat BYAN, permainannya benar-benar terasa sadis.
Semoga semua ini cuma kekhawatiran yang berlebihan. Karena kalau benar terjadi, dampaknya bakal jauh lebih besar daripada sekadar jatuhnya harga saham BBCA.