Info Harga Sayur di Petani
1.Brokoli Rp17.000
2.Selada Rp17.000
3.Terong Rp6.000
4.Seledri Rp24.000
5.Kobis Rp3.500
6.Sawi Putih Rp4.000
7.Pakcoy Rp7.500
8.Buncis Rp4.500
9.Kentang Rp11.000
*Hrg sewaktu waktu bisa berubah
Sci-Hub nyolong 85 juta+ jurnal ilmiah dan bagiin gratis ke semua orang. Sekarang malah tambah AI (Sci-Bot) buat jawab pertanyaan sains pake artikel full-text.
Jangan dipake ya. Kasihan dong penerbit akademiknya, masa jadi hak bisa foya-foya lagi.
Linknya ada di bawah, supaya kita waspada dan kita hindari!
Ga cuma h*ngry group mnrt gw ayam bang dav* group pun annoying parah, asli.
Mana cloud kitchen-nya deket kost gw, tiap mau nyari makan bala banget hrs scroll sampe bawah. Ibarat kata ada feature block udah gw block biar ga muncul😅
Wow! Entah daun apa yang diisap Wregas sampe bisa-bisanya dia kepikiran bikin film macam ini! Para Perasuk adalah cara “tinggi” ala Wregas Bhanuteja yang dihadirkan lewat cerita manusia yang lari dan berdamai dengan trauma masa lalu, tentang relasi manusia dengan alam, tentang konflik keluarga, tentang pertahanin sesuatu yang mereka percayai, yang tersaji lewat parade tarian kesurupan roh binatang yang sureal dan humor absurd bareng iringan musik magis, sebuah kombinasi tradisional-modern menghipnotis, menghasilkan pengalaman nonton paling spiritual tahun ini.
Para Perasuk jadi karya Wregas paling liar sekaligus paling artsy sejauh ini setelah sebelumnya ia sempat kena kontroversi di Penyalin Cahaya dan ‘viral’ bareng Budi Pekerti. Di sini, Wregas udah bikin kesenian trance lokal macam debus atau kuda lumping yang biasanya cuman gimmick latar naik kelas jadi bintang utamanya lewat pertunjukan roh-roh binatang. Penontonnya juga diajak ikutan melayang, seperti judul internasionalnya (Levitating) tiap momen sambetan di desa Latas yang udah kayak campuran ritual asli dengan koreografi teatrikal itu muncul. Tiap roh hewan berbeda maka beda pula treatment tari dan musiknya, bikin jadi dinamis. Dan coba, kapan lagi kalian bisa liat seorang Maudy Ayunda sampe rela jungkir balik dan bergulung-gulung mandi lumpur kerasukan roh lintah Sementara Angga Yunanda ngasih salah satu peran terbaiknya sebagai Bayu bareng Bryan Domani dan Chicco Kurniawann, termasuk yang paling mengejutkan: Anggun C. Sasmi di debut aktingnya
Tentu saja dengan pendekatan “nyeni” yang udah keliatan jauh-jauh dari trailernya, termasuk pemilihan poster yang menurut saya gak menarik, susah buat Para Perasuk untuk bisa disayang sama banyak orang. Mungkin sebagian besar akan anggap ini terlalu aneh atau bakal sulit dicerna. Padahal menurut saya, untuk ukuran film artsy, Para Perasuk tergolong masih aman untuk dinikmati. Gak ada sesuatu yang sampe terlalu simbolis, bahkan saya bilang pesan yang coba dikasih sama Wregas juga cenderung eksplisit timbang subtil. Lalu yang sedikit disayangkan adalah kualitas dubbing dan pemilihan dialog yang gak konsisten di beberapa bagiannya.
Para Perasuk gak cuman berani beda secara konsep, tapi juga berani secara eksekusi yang dibayar lunas dengan world building unik dan fresh yang memadukan kontrasnya tradisi lama di dunia baru bareng cerita manusia-manusia yang lagi nyari tempatnya, hasilnya? Salah satu film terbaiknya Wregas Bhanuteja, juga salah satu film Indonesia terbaik tahun ini.
4/5
lucuny ak nonton para perasuk nangis pas cerita akhir ttg bapaknya tp smpe skrng msh blm ngerti jd perasuk itu ap pelamun tuh apa ky makna sbnrnya apaa, overall bagus si miskin ny dpt tp yg bikin risih sama aksen betawi ny kayak dibikin2
Sebagai debut penyutradaraan Reza Rahadian, Pangku (2025) justru terasa mengkhianati judulnya sendiri. Alih-alih dieksplorasi secara mendalam, fenomena kopi pangku di pesisir pantai utara ini malah sekadar numpang lewat sebagai gimmick belaka.
Memang sinematografi film ini patut diapresiasi karena berhasil menahan diri untuk tidak meseksualisasi para perempuan pekerja seks. Namun, kehati-hatian visual ini tidak dibarengi dengan keberpihakan wacana.
Melalui narasinya, Pangku justru menyiratkan sebuah pandangan yang cukup problematis, bahwa pekerja seks yang “baik” hanyalah mereka yang terpaksa dan sebenarnya menolak profesi tersebut. Padahal pekerja seks, apapun alasannya, merupakan posisi yang rentan.
Lalu, jika tujuannya memang ingin memotret kemalangan perempuan hamil, sendirian, dan tidak punya tujuan sebagai korban kemiskinan struktural akibat jerat kapitalisme dan patriarki, rasanya tidak perlu menempelkan unsur seksualitas pada plot apalagi judulnya. Terlebih ketika kopi pangku ini dilucuti sama sekali, kerangka cerita utamanya sebetulnya tidak akan banyak berubah.
Penceritaannya juga seakan terjebak pada sekadar pin-pointing fenomena dan berhenti di titik itu saja. Film ini hanya menampilan bagaimana Sartika (Claresta Taufan) menghadapi keadaan sulit, dan kemampuannya untuk sekadar survive sudah cukup dianggap sebagai sebuah pencapaian akhir.
Pertanyaan besarnya adalah, untuk siapa sebenarnya film ini ditujukan?
Jika sasarannya adalah masyarakat akar rumput, realita kemiskinan sudah terlampau lekat dengan kehidupan sehari-hari mereka, tinggal tengok kiri atau kanan sudah ketemu. Atau mungkin Pangku memang diproduksi dari dan untuk kacamata kalangan elitis? Di mana penderitaan kelas bawah cukup disajikan di panggung sebagai tontonan bertegangan, namun hampa resistensi?
vibe ny mirip film esok tanpa ibu, ceritanya sama ttg masalah komunikasi sama ayah cuman beda status ekonomi aja. kedua film itu aktor ny pdhl bagus2 tp storyline ny :)
abis nonton ayah ini arahnya kemana kok ga ada nangis samsek ya padahal aku fatherless bgt, ak ngerasa konfliknya ky sengaja dibuat dari der dor tp hasilnya malah bikin bertanya2 lah loh kok wkwk
3. senin harga naik (3/5), ini tuh dibilang mirip sma tasn jg ga tp bberpa aspek ad yg mirip, cuman plot dsni agak segmented si ad yg aku ga relate, sosok mamany di awal mau dibikin antagonis tp udh ketebak bgt klo pura2. part adikny yg speak up si yg bkin blow up 😭
mau review dikit ah, 1. suzzann (3/5) horror nya gara2 liat suzzanna ny doang pdhl di situ dia jd setan baik krna mau bales dendam keluarganya, lebih kayak film thriller kriminal action bahkan ada romance ny wkwk tp ttp horror kok berasa tp yg ga merinding gtu ya
2. tunggu aku sukses nanti (5/5) ceritanya relate bgt sama kehidupan kbnykn orng, plot twist ngena bgt si buat gw trs buat si Arga akhirnya milih fanny drpada andien jg ak setuju bgt, krna di situ ak nemu bgt pov ny Arga. jokes ny spontan tp lucu si, ak suka krna bnyk yg relate
Sbg orang ADHD, pls self-diagnose yourself and seek help on your own/ask communities. Healthcare sistem kita kyk tai, nakes kita klasis, just do whatever you can. Gw nangis denger cerita temen² bpjs dilempar² & di-misdiagnose sm "aHLi" terus²an.
Depresi berat dgn keinginan/usaha mengakhiri hidup itu artinya dia lagi sakit. Neurotransmitter di otaknya ada gangguan. Ga bisa mikir secara realistis, beberapa juga dibarengin dgn halusinasi yg makin nyalahin/komentar jelek/nyuruh buat mati.
Mari doakan dan spread awareness.