@mendadaknih Bismillah dengan restu dan ridho Allah serta orang tua
Izinkan diriku pantas mendapatkan kesehatan dan keselamatan dunia akhirat, berkahkan hidupku, pendapatan terus meningkat dan stabil, pantas mendapatkan cinta dari seorang lelaki yang tulus baik hati setia & kaya raya ganteng
⚡️ SON DAKİKA | HAN YUNUS’TA YENİ KATLİAM
İşgalci siyonist İsrail, Gazze Şeridi’nin güneyinde, Han Yunus’un doğusunda yerinden edilmiş aileleri hedef aldı.
İlk bilgilere göre saldırıda 15 Filistinli şehit oldu.
Çadırları, evleri, yolları, hastaneleri, çocukların uykusunu ve annelerin duasını hedef alan bu vahşet; artık savaş değil, dünyanın gözü önünde sürdürülen açık bir insanlık suçudur.
Gazze yalnız bırakıldıkça katliam büyüyor.
Suskunluk, bombaların gölgesinde tarafsızlık değil; zulme verilmiş sessiz bir onaydır.
Gazze için konuş.
Han Yunus için ses ver.
Katliama sessiz kalma.
#Gaza #KhanYounis #Gazze #FreePalestine #StopTheGenocide
GUE DOAIN LO SEMUA DI JUNI NANTI PADA NANGIS BAHAGIA!! DAPET KERJAAN BARU, GAJI OKE & WORK HOURS, YANG ADA HUTANG PADA LUNAS, SEHAT TERUS, MAKIN RAJIN IBADAH, PUNYA TABUNGAN, GANTI HP BARU, HIDUP BAHAGIA DAN LEBIH LAMA!! 😭😭🤍❤️ Yap!
Allahu Akbar MasyaAllah Alhamdulillah 😭😭
Gemeterrr sujud syukurr
Guys minta doanya diperlancar dan dimudahkan segala urusan aku waktu Assesment Day
Gapernah menyangka ya Allah cita2 aku dari kecil 😭
Emirates Cabin Crew
...Kepada yth bapak presiden @prabowo
jurnalis Indonesia Bambang Noroyono alias Abenk diculik oleh tentara zionis Israel.
Segeralah bersuara dan bertindak.
Jangan anda menjadi lunak terhadap zionis Israel.
Masuk BOP malah banyak TNI tewas dan kini jurnalis diculik... (``,)
BOCOR KE PUBLIK !!
INSTRUKSI RAHASIA MILITER ISRAEL: HABISI SEMUA PRIA DI GAZA, TAK PEDULI BERAPA PUN USIANYA
bocor-ke-publik-instruksi-rahasia-militer-israel-habisi-semua-pria-di-gaza-tak-peduli-berapa-pun-usianya/Bukankah Seharusnya Dunia Tidak Diam ??!
Guys, Ferry Irwandi baru bedah
kenapa rupiah terus melemah
dan cara dia menjelaskannya
menurut gue paling jujur d
an paling tidak takut nyalahin siapapun.
Intinya satu:
rupiah melemah bukan karena satu sebab.
Dan jangan percaya siapapun yang bilang ini
semua salah satu pihak saja.
Yang sering salah kaprah di medsos:
Ada yang bilang santai saja rupiah lemah justru menguntungkan eksportir.
Kelihatannya masuk akal,
tapi Ferry langsung potong:
ekspor kita hanya tumbuh 0,9%
sementara impor tumbuh 7,18%.
Artinya yang benar-benar diuntungkan rupiah lemah itu jumlahnya sangat kecil
dibanding total penduduk Indonesia.
Jadi itu bukan jawaban yang komprehensif
itu setengah kebenaran yang dipakai untuk menenangkan orang.
Ada juga yang bilang ini bukan urusan Kemenkeu
ini murni urusan Bank Indonesia.
Ferry juga langsung bantah.
Kurs itu dipengaruhi fiskal, moneter, kebijakan pemerintah, dan kepercayaan pasar sekaligus.
Tidak bisa dilempar-lempar tanggung jawabnya.
Dan ada yang bilang ini sudah lebih parah dari 1998. Itu juga tidak tepat.
Yang bikin 1998 jadi krisis bukan angka kursnya
tapi percepatannya.
Rupiah naik 600%
dalam waktu sangat singkat
dari Rp2.400 ke Rp15.000.
Sekarang pelemahan terjadi bertahap
belum sekategoris itu.
Tapi bukan berarti aman.
Tiga lapis penyebab yang harus dipahami:
Pertama — faktor eksternal.
Dolar sedang sangat kuat karena dunia sedang tidak baik-baik saja.
Konflik Timur Tengah belum selesai.
Suku bunga Amerika tidak turun-turun.
Kalau lo punya uang dan harus memilih antara simpan di negara berkembang yang volatile atau di Amerika yang bunganya tinggi dan dolarnya menguat jawabannya jelas.
Modal terus mengalir keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia.
Dan rupiah jadi salah satu yang paling tertekan.
Tapi ini bukan alasan untuk santai.
Karena seharusnya kita tidak semelemah ini kalau domestik kita kuat.
Kedua — faktor domestik.
Di sinilah masalah yang tidak bisa disembunyikan.
Pendapatan negara Q1 2026 naik 10,5%.
Tapi belanjanya naik 31,4% totalnya Rp815 triliun dalam satu kuartal.
Dari jumlah itu Rp610 triliun adalah belanja pemerintah pusat saja.
Ekspor tumbuh 0,9% impor tumbuh 7,18%. K
ebutuhan dolar meningkat
tapi pemasukan dolar tidak ngejar.
Subsidi energi naik lebih dari 266% hampir Rp118 triliun atau sekitar 30% dari APBN.
Ini harus dilakukan untuk menjaga daya beli.
Tapi ketika digabung semua tekanan lain yang paling terbeban tetap nilai tukar.
Siklus mematikannya begini:
rupiah melemah
beban APBN untuk bayar kewajiban dolar makin besar tekanan ke rupiah makin dalam rupiah melemah lagi.
Ketiga — kepercayaan yang sudah mulai retak.
Dan ini yang paling berbahaya.
Ferry bilang dengan sangat kesal:
ketika pejabat publik di konferensi pers bilang bangga bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61%
kita di atas Amerika, Singapura, Korea
itu bukan prestasi komunikasi.
Itu memalukan secara intelektual.
Karena siapapun yang belajar ekonomi bahkan di level mahasiswa tahu:
jangan bandingkan pertumbuhan negara berkembang dengan negara maju.
Sizing-nya sudah beda.
Amerika tumbuh 2% itu sudah luar biasa.
Ruang tumbuhnya hampir habis. N
egara berkembang harusnya dibandingkan sesama negara berkembang.
Taiwan tumbuh 13% lebih dengan government spending hanya 3%.
Vietnam tumbuh 7% lebih dengan government spending di bawah 5%.
Sementara kita 5,61% dengan government spending naik 21,8% dalam satu kuartal.
Ketika pejabat bicara seperti itu market mendengar. Dan yang mereka dengar bukan kebanggaan.
Yang mereka dengar adalah sinyal bahwa pemerintah tidak jujur tentang kondisi yang sebenarnya.
Ketidakpercayaan itu mendorong
lebih banyak modal keluar.
Dan rupiah makin tertekan.
Solusi yang Ferry tawarkan:
Satu — benarin komunikasinya.
Bicara jujur dan objektif justru lebih dipercaya market daripada klaim yang mudah dibantah data.
Dua — struktur APBN harus dibenahi.
Belanja tidak efisien harus dipotong.
Kalau MBG dilanjutkan jalankan dengan cara paling efektif dan paling transparan.
Ruang fiskal tidak boleh terus tergerus oleh belanja yang tidak terukur.
Tiga — parkir dolar supaya tidak gampang keluar. Kebijakan DHE yang mulai dijalankan
adalah langkah benar.
Tapi insentifnya harus menarik
bukan hanya pemaksaan.
Empat — BI, OJK, dan Kemenkeu harus sinergi.
Jangan saling salah-salahan.
Jangan kebijakan satu lembaga
menabrak kebijakan lembaga lain.
Karena kalau tidak sinergi rupiah akan terus melemah bahkan ketika masing-masing sudah bekerja keras sendiri-sendiri.
Rupiah di Rp17.500 bukan karena satu orang salah atau satu lembaga gagal.
Ini kombinasi tiga lapis sekaligus dan selama ketiganya tidak ditangani bersama secara serius angka hari ini bukan yang terakhir.
Dan selama pejabat publik masih lebih sibuk membandingkan diri dengan
Amerika daripada jujur tentang kondisi domestik yang sebenarnya kepercayaan pasar tidak akan pulih.
Dan tanpa kepercayaan tidak ada intervensi BI yang cukup kuat untuk menahan rupiah sendirian.