@empty__core 😭😭😭😭😭😭 ketika mau menyesatkan diri tapi tiba2 diingatkan orang ga dikenal, percaya gak percaya, di situ lah campur tangan Allah dilibatkan 😔🙏🏻
the fact that they were already saying they wanted to come back soon says everything. i don't think they expected this kind of welcoming energy, but the crowd made sure they felt every bit of the love. y'all gave them a core memory they'll never forget. 🥹
BEDAH YUK !!!
KOK BISA HARGA SAPI KURBAN DARI APBN 91 JT/EKOR?
Rp 100 miliar untuk 1098 sapi.
Jadi rata-rata Rp 91 jt.
Dari Baznas, sapi premium 200-300 kg seharga hampir Rp 20 jt (termasuk distribusi).
Dari Dompet Dhuafa, sapi > 300-350 kg seharga Rp 26 jt.
Jadi, yang besar sapinya (1 ton an) apa mark-upnya?
Sejauh ini MU keren sih. Di tempatku juga gini, tapi ga yang diharuskan sih, yang mau dan ada dana aja, kemungkinan nabungnya 1-2 th, dan qurbannya ga sebanyak itu juga karena memang warganya dikit. Btw rata2 tempatku NU.
Guys, ada berita dari Lombok Tengah yang menurut gue paling menggambarkan ironi terbesar dari kebijakan ekonomi Prabowo sekarang.
150 karyawan Alfamart kehilangan pekerjaan.
Bukan karena perusahaannya bangkrut.
Bukan karena kinerjanya buruk.
Bukan karena ada kesalahan dari karyawannya.
Tapi karena pemerintah daerah menutup paksa 25 gerai ritel modern dengan alasan melanggar Peraturan Daerah tentang penataan pasar rakyat.
Dan ini yang paling miris:
Rudi karyawan Alfamart di Kopang datang ke kantor Bupati bukan untuk melawan.
Dia datang meminta solusi.
"Jangan sampai kami menjadi pengangguran baru.
Sekarang ekonomi semua sulit,
semua harga sudah naik,
kebutuhan makin tinggi.
Sementara pekerjaan kami tidak ada karena ditutup."
"Cari kerja sulit, Pak.
Kami banyak yang hanya tamatan SMA."
Kalimat itu
"cari kerja sulit, Pak"
menurut gue adalah kalimat paling menyayat yang bisa diucapkan oleh seseorang kepada penguasa yang harusnya melindungi mereka.
Dan ini konteks yang lebih besar yang harus dipahami:
Penutupan Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah ini tidak terjadi di ruang kosong.
Ini terjadi di tengah narasi besar tentang Koperasi Desa Merah Putih program andalan Prabowo yang salah satu tujuannya adalah memastikan koperasi desa bisa menjalankan fungsi perdagangan ritel di desa-desa.
Artinya sederhana:
gerai ritel swasta yang sudah ada ditutup supaya ruangnya bisa diisi oleh koperasi yang terafiliasi dengan program pemerintah.
Bukan karena ada masalah dengan pelayanannya.
Bukan karena ada keluhan dari konsumen.
Tapi karena ada kepentingan yang lebih besar yang membutuhkan ruang itu.
Dan ini yang paling pedas:
150 karyawan kehilangan pekerjaan.
Kalau setiap karyawan punya keluarga dengan 2-3 orang tanggungan ada sekitar 300-450 orang yang terdampak langsung dari satu kebijakan penutupan di satu kabupaten kecil.
Dan ini baru satu kabupaten.
Lombok Tengah.
Dengan 25 gerai yang ditutup.
Berapa kabupaten lain yang sedang atau akan melakukan hal yang sama di seluruh Indonesia atas nama program yang sama?
Dan ini yang paling mengerikan sebagai pesan kepada semua pelaku usaha:
Kalau lo punya usaha di Indonesia sekarang dan tiba-tiba ada program pemerintah yang membutuhkan ruang bisnis yang sama dengan yang lo jalankan negara bisa menutup usaha lo kapan saja.
Bukan karena lo salah.
Bukan karena lo melanggar hukum yang berlaku sejak awal.
Tapi karena ada Perda yang bisa diaktifkan atau diterapkan secara selektif ketika dibutuhkan.
Investor asing yang sudah komplain ke Prabowo soal kepastian regulasi ini adalah contoh nyata kenapa
mereka takut masuk.
Hari ini Alfamart.
Besok siapa?
Dan sambungkan ini dengan kondisi yang lebih besar:
Badai PHK sedang mengintai.
Rupiah di Rp17.700.
Lapangan kerja tidak tumbuh.
Dan di tengah semua itu ada kebijakan yang menambah 150 pengangguran baru di satu kabupaten kecil dengan alasan penataan pasar.
Prabowo bilang: "Kalau tidak beres copot. Sederhana."
Tapi 150 orang yang tidak beres hidupnya bukan karena kesalahan mereka sendiri tidak punya siapapun yang bisa mereka copot.
Negara yang seharusnya memberi rasa aman bagi rakyat yang bekerja keras justru menjadi sumber ketidakpastian yang paling besar.
Karyawan Alfamart itu tidak meminta banyak.
Mereka hanya minta bisa tetap bekerja.
Minta jangan dijadikan pengangguran baru di tengah
kondisi ekonomi yang sudah sulit.
Dan jawaban yang mereka dapat adalah:
datang ke kantor Bupati mengantri
memohon dengan harapan ada yang mendengar.
Itulah posisi rakyat kecil di Indonesia sekarang. Bukan warga negara yang dilindungi.
Tapi pemohon yang berharap penguasanya bermurah hati.
Hari ini, 20 Mei 2026 sebenarnya sedang terjadi 3 Peristiwa Besar:
1. Demo Guru di depan DPR-RI
2. Rapat Paripurna Presiden di DPR-RI
3. Sidang gugatan UU APBN 2026, menyoal MBG, keterangan Saksi dari perkara nomor 40.
Presiden paling bodoh, paling tone deaf, paling NPD dan ntah lah udah gatau lagi mau nulis apa.
Semoga disulitkan sakaratul mautnya. Diadzab dunia akhirat.
Aamiin
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
di industry kpop, angka itu bukan cuma buat flexing fandom. streaming, voting, charting semuanya jadi “proof” kalau artist itu punya demand nyata.
karena di balik angka itu ada:
-peluang tampil di award show & festival
-brand deals dan exposure lebih besar
-budget comeback yang makin bagus
-kesempatan tour, promo, sampai longevity karir
companies, media, sponsor, bahkan broadcasting station literally lihat data sebelum invest lebih jauh.
makanya fans selalu effort streaming dan voting. bukan karena haus validasi, tapi karena di sistem industry ini angka bisa ngebuka banyak pintu buat artist yang mereka sayang
talent matters, music matters.
but visibility keeps them surviving
Gausa jauh2 bahas soal Habibie yang pinter,
Lha kemarin dapet calon presiden lulusan Ekonomi & Kebijakan Publik, sama lulusan Hukum & Politik, pada gamau 😭
Let alone ada cawapres yang lulusan doktor Hukum Tata Negara, pernah ngerasain semua posisi Trias Politika. Langka banget loh itu.
Belom 2 tahun yang lalu pula loh WKWKWK
katanya “gamau pilih anies, cuma pinter ngomong”
lah ini udah ngomong aja ga becus, kerja juga ga bener. minimal yang kalo kita kritik ga ngatain kita bodoh.