Menangnya PASTIin Kita02JUARA bukanlah hanya dari keberuntungan, tapi dari perencanaan, kerja maksimal, serta semangat yang kuat.
#Kita2RabuBIRUinTPS
KALAHkan TukangFITNAH
Akan ada akhir dari petualangan ini karena semua orang yang telah digunakan punggungnya sebagai anak tangga sudah merasakan hal yang sama. Bahwa dalam politik memang bisa lahir ribuan Wajah, termasuk kesalehan yg pura2. Tetapi kita yang dekat merasa betapa teganya!
Saya bisa tambahi contoh tentang Ambisi kuasa yang sangat besar pada diri Anies. Ini, menurut saya, faktor yang menghalangi pandangannya pada pentingnya etika politik. Salah satu contoh, saat dia mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat, 2013.
Anies tahu dirinya sudah tersisih dalam proses konvensi. Namun ia tak mau menerima, malah berusaha melobby seorang kader senior Demokrat agar Pak SBY tetap mencalonkan dirinya sebagai Capres. Anies sangat percaya diri saat itu dan menunjukkan kekaguman pada kemenangan Fujimori dalam putaran kedua Pilpres di Peru.
Dalam Pilkada DKI 2017, saya tak akan lupa: Anies dituding
menghalalkan penggunaan sentimen politik identitas yang berlebihan. Meski, setelah menang, harus diakui ia berusaha habis-habisan memperbaiki citra politiknya ini. Soal berhasil atau tidak, soal lain.
Mungkin, dalam pikiran Anies, tak ada kekalahan yang terhormat. Yang penting, menang dulu dengan segala cara; belakangan kerusakan bisa diperbaiki. Tapi benarkah bisa?
Anies peduli etika? Nyatanya dia demi kuasa menghalalkan segala cara.
In Palestine Today - Tel Aviv (1939)
Video dari Pathe Gazettes ini memperlihatkan kedatangan orang-orang Yahudi yang terusir dari Eropa ke tanah Palestina yang mereka yakini sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan.