- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
DI LOKAL RACIST, SAMA BULE MANGKUT-MANGKUT: KETIKA BALI KENA "KARMA" DISKRIMINASI DI TANAH SENDIRI! 🧵💀
Viral kasus komunitas lari di Canggu yang diduga diskriminasi & melarang WNI masuk, padahal mereka pakai fasilitas publik. Bahkan ekspatriat lain aja sampai ilfiel lihatnya!
Tapi mari kita jujur-jujuran soal logika
1. Ke Warga Lokal/Jawa: Dikit-dikit dicurigai, diwaspadai, dianggap perusak estetika pulau.
2. Ke Bule/Penyewa Asing: Karpet merah dihamparkan, aturan ditabrak gak masalah, yang penting "investasi" dan cuan! 💸
Hasilnya? Bule-bule itu makin ngelunjak sampai merasa berhak menentukan siapa yang boleh dan gak boleh berdiri di tanah Indonesia!
Sangat mental 'inferiority complex' dan penjajahan gaya baru:
• Lebih rela diperlakukan kayak warga kelas dua oleh pendatang luar ketimbang ramah sama saudara sebangsa sendiri.
• Begitu dirasisin dan diusir bule di tanah sendiri, baru bingung & teriak-teriak "harga diri bangsa"?
Indonesia memang terbuka dan ramah untuk siapa saja yang punya ras
SEBELUM MERAMPOK UANG RAKYAT, MEREKA MERAMPOK DULU RASIONALITAS RAKYAT.
Akal sehat, logika dirampas dengan mistifikasi gombwal.
Tinggal tugas sebagian kecil kita saja yang masih waras, yang masih tahu 10 + 6 itu bukan 17, untuk mengembalikan akal sehat seluruh rakyat.
Outfit Mewah Istri Wapres, Anggota DPR dan Pejabat: Harga puluhan hingga ratusan jutaan rupiah!
Disekitar mereka: UMK buruh maksimal 6 juta per bulan
Kesenjangan yang semakin lebar 🥴
Ini benar2 DILUAR NALAR. Jobdesknya mengelola Koperasi/Warung tapi training PERANG ala militer aktif.
Padahal, yang diperlukan adalah softskill terutama komunikasi dalam melayani pembeli, pengelolaan bisnis dan kekuangan.
Heii...tidak semua urusan disesaikan dengan cara militer. Urusan sipil pakai pendekatan sipil, bukan senapan atau yel2 yang CRINGE (garing) itu.
Program KDMP yang besar dilakukan dengan pendekatan yang salah, hasilnya juga pasti AMBURADUL.
Perwira kok katrok. Apa gak punya hape 2 buat lihat cuplikan pidato pria menye-menye itu?
Di kokop duit konlo lu mabok, sama rakyat kecil lu tekan. Mending urus dapur aja lu perwira paok
Waaahhh… 😱😱
Fenomena omnipresensi atribut Koperasi Desa Merah Putih yang kini muncul secara ghaib di segala penjuru wilayah tanah air benar-benar sudah melampaui batas kewajaran.
Betapa tidak, di saat banyak orang hendak menikmati ketenangan alam seperti di jalur pendakian Gunung Prau, mereka justru disuguhi pemandangan janggal berupa kehadiran fisik kantor atau papan nama Kopdes Merah Putih di lokasi-lokasi yang sama sekali tidak masuk akal.
Mulai dari tengah hutan belantara yang lebat, area tambak terpencil, kaki gunung yang curam, hingga di pojokan jalan buntu yang sunyi, semuanya kini serasa wajib disusupi oleh kehadiran organisasi ini. Seolah-olah kita sekarang tidak perlu lagi merasa takut atau cemas akan tersesat di tengah rimba, karena di setiap tikungan maut maupun di area pemakaman sekalipun, logo Kopdes Merah Putih sudah setia menanti seolah-olah mereka adalah penguasa lahan absolut yang telah mencaplok setiap jengkal tanah negeri ini!
Sc: suaraakarrumputt
pecah tangis bu dosen Dinda saat ceritakan gaji tak layak dosen
"demi bertahan hidup, saya terpaksa menyisihkan waktu produktif untk jualan kue. banyak teman dosen berbulan-bulan gajinya ga dibayar sampai harus jadi ojek online"
"kami memohon keadlian" 🥲
Bener banget ini kita sekolah sampe kuliah biaya sendiri ,nyari kerja biaya sendiri ,apa apa sendiri ,giliran mau terima gaji sdh di potong duluan ,sial banget emang