@_Spoti Actually, this is an accumulation. The government's response in dealing with forest fires— some said it was deliberately burned to clear land for the palm oil industry— in Borneo and the earthquake in NTT was considered slow.
Namun, kenyataan tidak bisa ditampik. Dewasa ini, masih banyak intelektual yang merasa dirinya terlalu mulia untuk melebur menjadi satu anatomi bersama rakyat dan bahkan berada di kelas sosial yang jauh lebih tinggi. Merasa berada di strata sosial yang berbeda adalah penyakit.
Fragmentasi dalam gerakan saat ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi semua elemen kerakyatan, terlebih para intelektual yang memiliki kemampuan lebih dalam menyusun taktik dan strategi.
@allandbagus @arikmakika Logika oppressors kaya gini kok dipertahanin. Coba refleksi nasib-nasib negara komunis yang bubar gara-gara intervensi negara lain. Situasinya tak ubah kaya sejarah gerakan anarkis yang elu bilang itu, tidak bertahan lama ya gara-gara direcokin mulu. Pake segala ngomong disiplin.
@avocadofloat20@nav_renz@koootoshidayo ngga ada yang mention agama si dalam pembicaraan ini, karena ngga semua orang memakai hak untuk beragama dan ngga semua orang beragama islam. you hurt yourself. dan untuk pertanyaan itu, ngga si LGBT itu sebatas orientasi, kelakuan kembali ke personal—ngga pandang orientasi.