Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
โJika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Nerakaโ
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt ๐ญ
JADWAL PIALA DUNIA 2026 ๐๐
Bookmark postingan ini biar gak ada pertandingan yang kelewatan! ๐ฅ
Repost dan share ke teman, tongkrongan, dan grup keluarga. Siap-siap begadang selama sebulan penuh ๐
Gas pol volume speaker Anda:
Ini adalah salah satu video paling indah yang pernah gue tonton. Editingnya keren.
Tidak ada penggemar Arsenal yang tidak akan merasa tersentuh atau termotivasi oleh video ini.
Bahkan para haters pun hampir bisa meneteskan air mata.
PELAJARANNYA: Jangan pernah menyerah! ๐ชโค๏ธ
George Graham 1990: โMereka suka banget ngejatuhin Arsenal.โ
โจ36 tahun kemudian:
โฆmasih sama saja aja ternyata ๐๐คฃ๐
thatโs part of our history.
Opini Ringan โ๏ธ
Oke, berdasarkan pandangan penonton netral, Arsenal sebenarnya bisa saja menang di Final Liga Champions lawan PSG.
Gol cepat Kai Havertz di menit ke-6 cukup mengagetkan PSG sebagai juara bertahan yang notabene di musim lalu juga cetak gol cepat di laga final.
Sayangnya, Arsenal terlihat kurang agresif setelah gol tersebut terjadi. Padahal, yang namanya kebobolan gol di awal babak pertama pasti bikin lawannya shock, konsentrasi terganggu, dan tekanan meningkat. Arsenal mestinya bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan intensitas pressing maupun serangan ke lini pertahanan PSG. Dengan kata lain, berusahalah cari gol kedua, karena momentum berpihak ke mereka.
Namun, kembali lagi, itu gak terlihat di sisa babak pertama atau selepas gol Havertz. Arsenal lebih banyak menunggu di daerah sendiri, membiarkan PSG memulihkan kepercayaan dirinya dan mengurung pertahanan The Gooners.
Toh, PSG bukan tim yang benar-benar tanpa cela. Mereka juga kerap kebingungan ketika bangun serangan atau masuk ke sepertiga pertahanan lawan. Lini belakang mereka juga beberapa kali terlihat ringkih ketika menghadapi pressing ketat ataupun duel udara dari serangan direct long pass. Namun, lagi dan lagi, Arsenal tak mampu memanfaatkan momentum gol cepat tersebut dengan baik.
Bagi saya, kegagalan seperti itu lebih patut jadi pertanyaan ketimbang menyalahkan pemain-pemain yang gagal cetak gol di babak adu pinalti. Maklum, segala hal bisa terjadi dalam babak adu pinalti. Semua pemain yang jadi eksekutor pada dasarnya punya probabilitas untuk gagal, baik itu pemain kelas dunia ataupun medioker.
Ya, sudah, tetap semangat Arsenal!
Kan sudah dapat gelar Premier League musim ini. Bersaing lagi di musim depan.
Selamat juga untuk PSG atas gelar Liga Champions kedua kalinya! ๐๐
Akhirnya investasi besar yang dikombinasikan dengan tata kelola dan manajemen tim yang baik kini membuahkan hasil manis.
Menarik dinanti nih Liga Champions musim 2026/2027 mendatang ๐ช
Gooners gakperlu kepancing sm ceng2an fans lain๐ฅฐ
Inget! 17/18-22/23 kita bengong nonton UCL gak ada Arsenalnya WKWKWK
Inget! Pas denger anthem UCL lagi di 23/24 rasanya semerinding apa!! Lanjut lolos QF SF Final.
Kita menang bersama, kalah bersama. Onwards we go, @Arsenal
Fans Arsenal gausa terlalu pikirin omongan orang yang bilang tim u membosankan, parkir bus bla bla bla
Itu defensive masterclass yg dikasih Arteta n team semalam.
Kalo u maksa maen nyerang mah u bakal digedor bertubi-tubi ama PSG. Apalagi bek kanan kiri menurut i masih belum banyak fengalamannya, masih hijau.
Ga bakal u juara liga & nyeret PSG ampe tos tosan kalo maksa maen โindahโ.
Main kayak semalem itu tidaklah naif bro, naif udah bubar.
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi ๐๐๐ซก
Kalah adu penalti di final UCL itu rasanya kayak lihat mimpi tinggal selangkah lalu hilang gitu aja, ditambah kita unggul lebih dulu.
Tapi gua tetap bangga!
Arsenal bikin jutaan Gooners percaya lagi bahwa klub ini memang pantas berada di panggung terbesar Eropa.
We'll be back, COYGโค
Mereka bilang PSG akan menghancurkan Arsenal seperti yang mereka lakukan terhadap Bayern.
Namun kenyataannya, mereka tidak hanya gagal mengalahkan Arsenal dalam 120 menit, mereka juga tidak mampu mencetak satu pun gol dari open play tapi adu penalti menjadi faktor penentu.
Mereka bilang Mikel Arteta kalah di final karena kurang berpengalaman.
Tapi saya katakan kepada kalian โ dengan skuad Arsenal dan manajer seperti ini, kalian akan melihat Arsenal yg lebih perpengalaman dan di level yg lebih tinggi musim depan.
Selamat kepada Paris Saint-Germain karena mereka memiliki keberuntungan untuk meraih gelar secara beruntun.
Well done, Arsenal! COYG !
Masih ingat saat Arsenal menjadi bahan becandaan fans2 rival?
Sekarang mereka bahkan membutuhkan Arsenal kalah di final Liga Champions lewat adu penalti, hanya agar para fans rival bisa menikmati akhir musim mereka sendiri
Sunguh perubahan sikap yg luar biasa
Musim lalu dan sebelumnya saat Inter gagal di final 2x berturut-turut, yang paling kencang bersuara tentu kubu rival. Tapi Ok karena itu bagian dari sepakbola.
Tapi kalo soal balas banter, kami cukup sederhana :
"Mau ngejek soal gagal juara UCL? Silakan aja. Yang penting kami masih punya kesempatan gagal di sana."
Mungkin ada yang lebih menyakitkan:
Nonton final UCL setiap tahun sambil berharap suatu hari klub sendiri bisa kembali ke sana.
Dan beberapa klub yang gak ikut UCL kadang malah lebih ribut. Sambil mengenang sejarah masa lalu nya.