@Rrrr64781532@BobotohMalaysia Gak juga, liat liga2 dunia yg dominan klub itu itu aja dan mrk gak kehilangan sponsor, bisnisnya terus jalan, mmg begitulah industri sepakbola
Dulu, X itu sederhana. Posting ya posting saja. Scroll ya scroll saja. Membaca tanpa angka, tanpa beban, tanpa hitungan.
Semua terasa… manusia.
Sekarang? Setiap kata seperti ditimbang. Setiap posting seperti diuji.
Bukan lagi soal apa yang kita pikirkan tapi berapa impresi yang didapatkan.
Scroll pun berubah. Bukan lagi sekadar membaca, tapi mengamati:
“ini rame kenapa?”
“ini sepi karena apa?”
Dulu kita hadir. Sekarang kita mengukur kehadiran.
Dan tanpa sadar, yang kita cari bukan lagi cerita tapi grafik yang terus naik atau diam. 🤷🏽♂️
...Baru ngetweet soal Iran langsung kena locked account.
Dan ini kali ke-10 di bulan ini.
Elon Musk keknya memang direquest Zionis dan Trump untuk bikin algoritma khusus bagi akun² pro Iran.
Agar volume opini yg pro Iran benar² kalah dengan yg anti Iran... (``,)
If you’re seeing a bunch of Japanese posts, here are some fun facts:
Japan has more daily active users and more time spent on X than any other country in the world.
Over two thirds of the country is monthly active on X.
X in Japan has one of the highest penetration rates of any social network in history.