@wiraswastaku@txtharihariWNI Lah kocak guuus guuus…
Kalo menurut lu itu nyusahin lu, ya ngga usah diambil. Buat lu 5.000-6.400 ngga berarti tapi mgkn driver lain yang niat kerja sih segitu diusahain loh. Ada kendala ya disampein aja. Tuhan tuh ngeliat usaha kok, rejeki mengikuti.
@ardhiasaY@carramelt_ Terus kalo hasil rontgen ada keliatan susuk dan dokternya notice, dokternya ngomong ngga ke pasien, kayak “ini susuk ya kak?” Atau yaudah bodo amat?
Baru aja tadi Percakapan suamiku & temennya:
🐼 : suamiku
🐹 : temennya
🐹 : sebenernya cewe yg paling baik itu mantanku dulu, udah lama banget tahun 2016/2017 kayanya.
🐼 : kenapa gitu?
🐹 : iya dia jadiin aku jadi lebih baik aja kayak skrg, kalo ga sama dia kayaknya aku mati muda. Sayangnya dia meninggal, sakit. Tapi putusnya sebelum dia meninggal.
🐼 : terus kenapa km ga lanjut sama dia aja?
🐹 : MENINGGAL BANG MENINGGAL.
aku yg dnger langsung ngakak, terus bilang “aku tiap hari menghadapi itu”😭
Aku pernah tapi ga lewat WA, diteriakin dari tempatnya. “Bun, ini lagi pada natain makanan buat acara budhe, bantuin nih.”
Ya aku udah pernah bilang aku ga suka begini2an, mending bayar orang tau beres. Tapi mana bisa juga nolak kan kalo udah gitu. Ya udah aku kerjain aja sih 🤣
Pernah jadi perempuan itu. Capek.
Akhirnya menyerah dan mencoba pelan-pelan jujur ke diri sendiri dan jujur ke pasangan.
Hasilnya, ternyata pasangan juga jadi lebih bisa memahami dan memberi perhatian dan support yang passss krn aku sudah sampaikan sejujur2nya yg aku rasa.
Pernah ketemu perempuan ini?
Yang kalau dilihat sekilas dia tuh kuat banget. Ga banyak minta, jarang ngeluh, selalu keliatan bisa ngurus semuanya sendiri.
Orang-orang tu sering bilang,
“Dia mah mandiri, aman kemana mana sendiri juga.”
Padahal gada yang benar-benar tau,
berapa banyak hal yang dia simpen sendirian. Dipendem takutnya, ditahan bingungnya, ditelen sendiri capeknya.
Bukan karena dia ga butuh siapa-siapa, tapi karena dia terlalu terbiasa jadi “kuat sendirian”.
Sampai kadang, dia sendiri gatau harus bersandar ke mana.
Jalan aja terus, walau kadang arah masih ga keliatan.
Berjuang terus, walaupun belum yakin dengan mimpinya.
Tapi tetap dipaksain, karna berenti rasanya lebih menakutkan.
Dan di balik semua itu, sebenarnya sederhana banget yang diharapkan...
Cuma pengen hidupnya nyaman dan ada satu momen kecil yang bikin mikir kalo,
“oh… ternyata gue juga boleh bahagia.”
Semoga,
Tuhan yang lebih tahu lelahnya dan pelan-pelan nuntun kalian ke arah yang tepat.
Ke tempat yang akhirnya terasa “pulang”.
Dan semoga suatu hari,
Kalian ga perlu kuat sendirian lgi🤍
My wife just phoned me and the conversation went like this:
Her: “You know that Gladiator movie that I got you for Christmas…?”
Me: “Yeah.”
Her: “Wind it forward one hour, 16 minutes and 28 seconds.”
Me: “Right, I’ve done that.”
Her: “Okay, you see the gladiator at the front fighting the lion…?”
Me: “I can see that, yeah.”
Her: “Just behind him, there are two gladiators having a sword fight with each other…?”
Me: “Okay, I see them.”
Her: “Well, behind those two, on the left-hand side of the screen, there’s a gladiator holding a spear…?”
Me: “Yes…! I can see him.”
Her: “Right…! Those are the sandals I want for my birthday.”
kalau boleh jujur dari kecil saya “burnout sama nasi” setiap hari ketemu dia lagi, dia lagi, ya Allah kenapa kita harus makan nasi terus. teksturnya sama, bentuknya sama, gak seru, rahang saya capek nguyahnya. tapi giliran dia cosplay jadi lontong, sushi roll, bubur, onigiri, dll jadi beda rasanya lebih gampang dimakan, lebih seru, dan somehow bikin mood naik. ternyata saya bukan cuman bosen, saya juga butuh nasi yang punya personality akwoaowo
Mean while, anak aku di sekolah Islam (yang lama bukan yang sekarang - karena udah aku pindahin), jadi tau dan hafal lagu2 tiktok, yang aku sendiri ga tau sama sekali.
Udah bener emamg kudu dipindahin.
Menurut gue, menaruh hp facedown saat makan itu wajar, bahkan justru sopan.
1. Menandakan yg punyanya pilih fokus makan dan atau fokus ke partner makannya (kalo ada) drpd lirik2 notif.
2. Bisa jadi juga karena khawatir kamera belakang tergores meja kalau ditaruhnya face up
As an Indonesian, I can vouch that many Indonesians do this because they need to improve their social status by showing off their achievements when meeting their friends.
One of those "achievements" is placing an iPhone face down on the table when they're eating at a restaurant.
Sometimes it doesn't even have to be the latest iPhone. You can just use an iPhone XR, and people would think "wow an iPhone 😲"
This need to show off creates demand, and that's why you can find so many accounts offering iPhone rental services.
Depending on the model, prices to rent an iPhone can be as low as $5.
Not only iPhones, some people are also offering rental services for other Apple products like AirPods, MacBooks, etc.
So yeah, the key to success in Indonesia is probably using Apple products.
@SaulRaja Sebagai orang medioker dari keluarga menengah ngehe yg terlalu kaya untuk subsidi dan terlalu miskin utk ngerasain privilege. Meskipun hidup gini2 aja, I can still close my eyes every night as a good person.
Seenggaknya hidup sy gak bikin susah hidup orang.