Akhir-akhir ini baru sadar kalau aku ternyata termasuk lazy ambitious.
Mimpinya banyak. Targetnya juga banyak. Tapi kelas, loker, webinar, sama info-info pengembangan diri kebanyakan cuma numpuk di bookmark. Pas kesempatan lewat, baru nyesel karena nggak mulai dari awal.
Ada yang pernah ngerasain fase kayak gini juga? Kalian keluarnya gimana????
temenku pernah bilang: “saya tau kalau saya punya tempat buat bersujud. tapi saya juga ingin dipeluk.”
kalimat itu bikin aku langsung mewek, manusiawi banget. iman kuat, tapi tetap butuh pelukan & kehangatan manusia. keduanya penting.
Semakin dewasa, kalo lagi di dzolimin bukan lagi ngerasa sakit hati, dendam, apalagi sampai doa al jabarin orang itu. Selain balasannya pedih, ternyata hidup kita juga gak tenang karena minta Allah mengutuk orang itu.
Jadi, aku ganti aja doa nya: “Ya Allah jika ada yang dzolim membuatku sakit hati dan menangis, maka hiburlah aku dengan hal2 duniawi karena sejatinya aku memang masih di dunia. Jadi berikan imbalan atas air mataku dengan hal yang hamba suka. Uang, perhiasan, baju, kendaraan, tempat tinggal, serta kesehatan. Agar aku jadi tenang, bahagia, dan bisa fokus ibadah untuk mengumpulkan amal pahala di akhirat nanti”
dr. Gia pernah ngomong:
Peluang kita meninggal itu 100%. Sedangkan peluang kita hidup sebenarnya sangat kecil. Jadi jangan sia2kan waktu yang berharga hanya untuk overthinking. Jalani, syukuri, nikmati saat ini.
don't say “aku bisa gak ya?”
but say “ya Allah, tolong tuntun aku, berikan aku kemudahan, kelancaran, dan rasa percaya diri biar semua ini bisa jadi nyata” 🥹🤍✨