Salah satu tim perumus JAKI disini 🙋🏻♂️
Ada yg mau denger gimana cerita awal JAKI diinisiasi (2019) dan kenapa di awal kemunculan apps ini ditakuti seluruh dinas?
Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai perkara penganiayaan. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, kasus ini diduga bermotif dendam pribadi, yang berkaitan dengan insiden kelalaian saat bertugas menjaga rapat di Hotel Fairmont.
Kita lagi proses masuk di era paksa menjadi pengecut oleh rezim. Ruang gerak kalian diawasi, dibatasi dan dibungkam. Dengan alih-alih “udah jangan ikut-ikutan. Gausah fomo politik. Nanti ‘DITERTIBKAN’ lho. Ngikut aja apa kata mereka.”
Komdigi ini combo banget. Ngehapus feed Magdalene sama rilis lembaga klasifikasi game (atau bahkan sensor) yang gak jelas penerapannya. Lembaga komunikasi tapi malah memperburuk kebebasan berpendapat dan berekspresi. Malah dibalikin ke zaman batu dan penjajahan.
Indonesia has a stupid, treacherous and despicable leadership for agreeing to partake in the Gaza Holocaust for a phonecall from Eric Trump. Disgusting
Gue spill aja ni dr temen gue yg ngurusin supply chain nya MBG.
Titik SPPG itu bisa diajuin dr website, 1 titik minimal harus serve 1k murid. Ini ladang basah parcok parjo jualan per titik 300-500jt (kayanya udh naik harganya). Budget MBG/siswa itu 15k. 10k bahan baku, 3k opex, 2k margin.
Yg bajingan itu mainin di 10k nya, margin gede dooong sensitif la beda 1k aja bisa nambah2 25jt/bulan. Tapi jelas, no free lunch. PARCOK PARJO jualan titik itu enak, udh jual putus ga ada risiko lagi. Sementara lo kalo bertingkah, bisa ditutup SPPG lo.
Kaya di foto jualan udh centang biru, justru kalo lo udh approve dan boleh beroperasi itu centangnya udh ilang.
Jayalah PARCOK PARJO liquidity absorber bumi pertiwi 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) merilis (30/3) laporan investigasi independen “OPERASI PARA PENGECUT”, yang mengungkap dugaan keterlibatan 16 orang dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Temuan ini membuka indikasi operasi yang terorganisir dan melibatkan jaringan aktor besar.
It’s been two days, yet there is still no direct public message of condolences from President Prabowo for the Indonesian peacekeepers killed and injured in Lebanon
Demi melindungi cecunguk ABRI & majikannya, seekor rezim bangkut melakukan teror random kepada masyarakat sipil.
Hal ini dilakukan untuk mengaburkan motif teror kepada aktivis tempo hari; seolah kejadian acak & dilakukan tanpa perintah BAIS serta presiden
Mau pake alasan apa lagi Indonesia bertahan di BoP dan mengirim pasukan ke ISF? Di UNIFIL aja udah besar risikonya.
Ulama yang masih dukung juga dengan bilang "ini langkah paling realistis" insaf deh.
Kalau masih bertahan, berarti jelas alasannya:
Takut AS.