Apa salah Beckham dan pemain Persib lainnya yang dipanggil Timnas? Bukankah semuanya: tak peduli latar belakang, tak peduli dia main di klub mana, bangga berkesempatan membela Merah Putih? Kami yakin, semua pemain itu akan memberikan lebih dari 100% untuk Garuda!
@MarceloRiyadhi@dick76083 Sorry, nimbrung, bang. Dalam konteks saat ini, menurut lo, apa yang bisa bikin orang (Jakarta) cinta sm Persija tanpa harus ada paksaan?
@ezash Bekasinya mana, mas? Klo disekitaran Kota Bekasi/Caman, silakan coba di Bumen Auto Servis (tersedia di Google Maps). Underrated ini bengkel. Sangat rekomen. Saya terselamatkan dari harga ga masuk akal dr bengkel kaki2 (yg sudah) ternama.
@txtdrbekasi Tetangaan kita, min. Cuma apartemen ane di ujung dalem. Sebagai pendatang di Bekasi, kurleb alesannya sama. Bedanya, ane nambah alesan mau lebih simple aja klo vertikal ktimbang tapak. Ga mesti βmodifβ rumah suatu saat π
Absolute bombshell. Former Counterterrorism Director Joe Kent admits the US government intentionally armed Al Qaeda and created ISIS in Syria. They deliberately unleashed a global terror network just to overthrow Assad and protect Israel.
Untuk verifikasi, saya unduh videonya, saya transkripsikan dan terjemahkan dengan bantuan AI.
Berikut isi video di bawah ini:
Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, mengakui bahwa penyebaran paham Wahabi yang keras oleh negaranya merupakan permintaan dari pihak sekutu, dalam rangka menghadapi meluasnya pengaruh dan penetrasi Uni Soviet pada masa Perang Dingin.
Dalam wawancaranya dengan The Washington Post, ia menyatakan bahwa pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya telah menempuh jalur penyebaran paham Wahabi yang ketat. Ia menegaskan bahwa kini saatnya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang semestinya.
Dalam pernyataan yang sarat pengakuan, Muhammad bin Salman menyebut bahwa penyebaran paham Wahabi oleh negaranya merupakan sebuah keniscayaan yang didorong oleh kepentingan serta tekanan Barat terhadap Riyadh, guna membendung ekspansi pengaruh Uni Soviet selama Perang Dingin.
Akar dari investasi Saudi dalam pembangunan sekolah dan masjid bermula pada periode Perang Dingin, ketika sekutu meminta Arab Saudi untuk memanfaatkan sumber dayanya demi mencegah Uni Soviet memperluas pengaruhnya di negara-negara Islam. Ia menambahkan, βSaya percaya bahwa Islam itu rasional dan sederhana, tetapi ada pihak-pihak yang mencoba membajaknya.β
Dengan demikian, Perang Dinginlah yang, menurut pernyataan Putra Mahkota, mendorong Riyadh melakukan kebijakan tersebut. Namun, saat ini Riyadh harus menanggung konsekuensi dari pemanfaatan dana-dananya oleh Barat dalam perang melawan ideologi komunis.
Di sisi lain, terdapat pengakuan terbuka dari sang pangeran muda bahwa berbagai tuduhan yang diarahkan kepada rezim Al Saud, terkait pendanaan kelompok ekstremis dan teroris secara ideologis, merupakan akibat dari arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa saat ini perlu dilakukan upaya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang benar. Pendanaan terhadap paham Wahabi saat ini, menurutnya, sebagian besar berasal dari lembaga-lembaga swasta yang berbasis di kerajaan, bukan dari pemerintah. Ia juga menyebut bahwa dialog dengan institusi keagamaan telah berlangsung lama.
Yang mencolok dari pernyataan-pernyataan ini adalah adanya kontradiksi yang jelas dengan fondasi Wahabi yang menjadi dasar berdirinya Arab Saudi modern. Penafsiran-penafsiran fikih yang khas dari lingkungan Saudi, yang di masa lalu turut memicu konflik dan bahkan menyeret sejumlah negara ke dalam perang saudara multidimensi, seperti di Aljazair pada tahun 1990-an, kini kembali menjadi sorotan.
Hal ini memunculkan pertanyaan: apa dampak dari pernyataan Mohammed bin Salman terhadap masa depan arus Salafi, khususnya di Aljazair?
@komplekwortel@mhuseinali Karena klo kata Socrates, pada dasarnya: βIlmu seperti udara. Ia begitu banyak di sekitar kita. Kamu bs mendapatkannya dimanapun dan kapanpunβ.