Apa motif pahlawan? Apa motif martir?
Kyknya jawabannya udh mulai bisa gue rasa. 1 dari miliaran manusia dan 1 dari tak terhingga makhluk hidup di bumi, hilangnya kita jelas gak ngasih pengaruh signifikan ke alam semesta kan?
Yep. Kita hidup, mati, dan terlupakan.
Maybe ini salah satu keputusan besar dalam hidup gue, let's see kemana takdir membawa. Tapi satu hal yang gw yakini, hari esok pasti akan lebih cerah dari hari ini.
"Level top-management lebih mengedepankan nilai & etika", ucap seorang mantan gubernur.
Dulu kalimat ini kedengeran sok elit di telinga gw, tp skrg mulai terasa relevan. Arahan dari top-level harus punya pedoman, supaya strategis & linear dgn tujuan bersama. Maka, perlu keduanya
Apa bener anak fe itu ga peduli? Apa bener mereka apatis? I don't think so, mereka silent aja bedanya. Cukup nekat dikit lu udah cukup bisa outstanding sbnrnya, try that party trick.
Pada akhirnya output pun tergantung inputnya ya, seberapa banyak lg yg musti gw relakan coo. Masalahnya, titik optimal output dari keterbatasan input jg sulit ditemukan ππ
hi guys, ide mahal banget ya??? aku mau speak up soal ini, karena aku one of designer kspm feb ui, jadi design kiri punya kspm feb ui (yg scr tidak langsung accused mengikuti design sebelah kanan), sebelumnya, it's such an honor untuk diikutin karena that means design kami bagus
Ngebahas AI ini bikin gw inget soal debat antara sistem paten vs open-source, terjadi dilema: ilmu pengetahuan adalah milik umat manusia bersama vs apresiasi terhadap sang penemu.
Dalam akademis, cukup tambahkan nama sang penemu (ex: model Koyck & Almon). Tapi kalo komersial?
Gue pikir, rasa syukur yang diperoleh dari hasil komparasi dengan orang lain yang notabenenya "di bawah" itu gak lebih dari validasi belaka.
Syukur itu cuma perlu merasa cukup dan thankfull sama apa yang tuhan kasih, dah titik. Gak perlu bandingin sama orang lain.
Big thanks to pita hitam, ungkapan "sekolah kehidupan" rasanya bukan bualan semata.
Seandainya tahun lalu gw nolak untuk jadi komdis, mungkin diri gw yg skrg gk pernah ada.
Setidaknya, ada beberapa orang yang tau kalau gue pernah ada di feb ui, meskipun gak lebih dr komdis.
Gw khawatir satu hal, menjadi semakin kritis trnyt ngebuat seseorang itu jadi makin sulit nerima masukan & terkesan arogan. So mulai saat ini, gw lebih rispek ke org yg cerdas secara emosional dlu (EQ) baru yang secara intelektual (IQ).
Untuk skrg segitu aja, balik lagi ini semua asumsi gue aja. Semuanya diambil dari imajinasi pribadi kalo semisal gw jd konsumen produkΒ² itu.
Bener atau engganya sih gatau ya, at least bisa berasumsi aja udh mayan lah.
Ini yang menurut gue miss, produkΒ² ini luput dari pengawasan pasar.
Tidak ada regulasi yg melarang penjualan produk berbalut agama, toh konsumennya pun ga merasa dirugikan juga kan? Iya, efek doktrin emg gitu.
Less reactive more responsive.
Kyknya kalimat ini paling menggambarkan bentuk tertinggi dr tanggung jawab. Kalau coba gue terjemahin mungkin gini: Fokus ke solusi, bukan ke masalah.
Simpel tapi dilupakan, kalo nemu masalah biasanya inget masalah laen trus stres dah.