Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
@SigitWasito8 Masuk hnyakin dia pernah lulus dr sekolahan?
Semua riwayat pendidikannya aja meragukan apalagi di dukung dg kemampuan bicaranya yg tdk sistematis dan amburadul ... Hedew
@Gerindra Partai omon² kaya ketumnya, cm gemar pidato tp ga ada isinya mending pidato para ketua RT ga bikin sakittelinga dan ga bikin stresss
Era ODGJ
@teqoin Thank you TeQoin Supporting Team, my wallet was back to normal shortly after I posted the problem I was facing yesterday. This project is excellent and very fair because it truly relies on the contributions of miners. Only true miners can contribute to the success of this project
@teqoin Why can't I make testnet transactions on the TeQoin wallet to get points anymore, even though I could do it a few hours ago and I still had quite a lot of testnet coin balance?Usually I can make thousands of testnet transactions every day.
@DianSandiU Asyik... Lumayan kelucuan kalian para termul makin keliatan kelas kalian yg mmg jauh dari manusia mulia hanya demi menutup dosa di mata manusia
Ketika satu saat nanti km @prabowo akhirat Tuhan tdk akan pernah melihat jogetmu, bentuk yg tambun & gemoy, apalagi partai @Gerindra yg terbukti byk korupsi kadernya, meskipun pidatomu byk ngaconya mumpung masih ada kesempatan berbuatlah demi kebaikan & jgnlah trs kau meninindas
Rakyat kau jual
Iman kau belang
Kau tak lagi presiden
Kau PENJAJAH BARU
History tak akan lupa
Namamu penuh noda
Bukan batu mulia
Karma akan menjadi
bayangan mu 🔥
@jokowi