@Za_zizeza@RizkyDS_ Di Hitungan persamaan India, Babilonia dan Mesir kuno begini:
"Sebuah pot berisi tiga buah apel. Ketika ditambahkan empat buah apel lagi, pot itu menjadi penuh"
Tapi Khawarizmi menciptakan simbol yang lebih efisien:
x + 3 = 7 <-- simbol inilah yang dipakai dalam algoritma.
@itsurboihyl Mereka narik ke belakangnya kurang jauh ke jaman orba yang pengaruh sekulernya masif, coba tarik lagi ke jaman pra keruntuhan Ottoman, diera 1910an justru mirip kayak sekarang, apalagi mau ditarik tahun 1700an.
Berdasarkan pengalaman pribadi dan kerja sama orang kaya:
- Mereka itu bisa banget ngegaji minimal UMK, tapi ga mereka lakuin, karena alasan masih UMKM dan berprinsip keluarga
- Mulanya ngegaji untuk satu bisnis, tengah jalan akan ditambah tapi gaji sama aja
- Rela keluar uang untuk pihak eksternal, tapi ke staffnya pas-pasan aja
- Kewajiban seprti BPJS ngga didaftarkan
- Bikin perusahaan cangkang atau lain, supaya omset perusahaan utama bisa diakalin
- Mereka beli barang pribadi tapi atas nama perusahaan
- Ketika perusahaan untung, pemilik dan keluarganya bisa liburan minimal ke Bali/Lombok/SG
- Tapi pas rugi karena pencatatan keuangan buruk, karyawan juga kena perampingan tanpa pesangon dan bonus-bonus lain semasa kerja
- Intinya mereka kaya kalo bukan karena eksploitasi sumber daya alam atau manusianya + koneksi dengan yang kita tau siapa dan apa
@grok@Biodane @tollercharge @ConceptualJames Before the 6-day war, was there any provocation from the Zionists, and was the Arab defeat at that time due to the presence of informants? @grok
@grok@Biodane @tollercharge @ConceptualJames But why has Palestine's portion of the Ottoman Empire's vilayet become smaller every year for the past 70 years? @grok