Saya sih, akan selalu ngmg:
Akui saja, relijiusitas orang Indonesia itu sebagian besar cuma sebatas ritual saja. Ga sampe ke tahap relijius nilai. Ga ada internalisasi nilai-nilai agama. Cuma ritual aja. Terus menganggap diri paling relijius dan seringnya merasa punya hak buat ngejudge orang lain 😌
Bahkan, secara nilai, banyak negara lain yang jauh menginternalisasikan nilai-nilai agama dibanding kita 😅
@inilahdotcom Pen tau wajah mamanya kaya gimana pas nyampein itu ke anaknya, bisa tegar banget kaya gitu, semoga kelak jd pribadi yg bersyukur dan sukses ya dek🥲
ITU NAMANYA PRIVILEGE BUKAN LUCKY GIRL SYNDROME!
Ini contoh nyata org yg punya privilege tp denial dan menganggapnya murni keberuntungan atau krn kerja kerasnya aja.
Dikira anak random dari sekolah daerah 3T bisa masuk UI tanpa tes? Trs bisa dpt kerjaan di BUMN tanpa referral?
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
74kg itu 7400 gram
1 gram nya 2.6jt
Total 197 Miliar
Kalo lu habiskan 100jt sebulan, itu bakalan habis dalam 164 tahun.
Itu baru emasnya doang.
Kita ini kaya rayaa, cuma apesnya dapet pemerintah modelan iblis semua. SEMUA. PERIOD.
Banten unik karena dikuasai literal kriminal mafia bandit.
Pendiri dinasti, Hasan Sochib, dulu adalah perampok random di Pasar Rau, kota Serang yang dipenjara, dilepas, lalu jadi preman pribadi salah satu bupati.
Hasan lalu berkembang biak massal dengan 4 manusia istri seperti hama tikus basah, memproduksi puluhan anak, ratusan cucu, dan ribuan cicit. Sekarang puluhan ribu canggah sedang diproses. Merekalah dinasti politik Banten. Bapak, anak, cucu, cicit, canggah. Ribuan gerombolan UB yang gendut karena memakan uang haram korupsi lalu tiap tiap-tiap memproduksi anak.
Salah satu output pabrik bayi Dinasti Banten itu ialah makhluk berwajah buatan bernama Ratu Atut Chosiyah, salah satu dari puluhan anak Hasan Sochib yang berhasil jadi Gubernur Banten lewat mobilisasi "pasukan hitam-hitam" saat pilkada lalu ditangkap.
Pernah punya atasan tukang forward message. Kerjaannya LITERALLY cuma forward pesan dari grup dinas ke grup kantor. Diajak diskusi nggak nyambung, kasih instruksi nggak jelas. Pesan dia cuma "kerjakan ya". 😭
Suatu hari, ada perintah A dari dinas. Kami sbg bawahan udah kasih masukan bahwa perintah A itu nggak bisa dilakukan karena alasan abcde. Tapi dia nggak mau tahu, nggak kasih alternatif, nggak bisa diajak mikir, pokoknya pesan dari dinas diforward di grup kantor. Terpaksa harus bawahan yang approach langsung ke kepala dinas, karena kalo nunggu atasan ini, masalah justru makin ruwet.
Untungnya sekarang atasan kami udah ganti 😭🙏