Menembus batas negara dan bahasa.
Saat Matoto mulai paham bahasa kita, di situ kebaikan terasa makin dekat. ๐๏ธ๐ช
Jauh di Afrika, tapi terdengar logat Indonesia.
Bahasa bisa berbeda, tapi rasa syukur dan cinta mereka langsung menembus hati.
Sehat-sehat ya, Papa Fuad ๐ฎ๐ฉ
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Saya senang dan terharu lihat yang begini ini. Tapi akan lebih senang dan lebih respek kalau tidak ada lagi gangguan terhadap orang non-muslim beribadah di tempat apapun: tempat ibadah atau di rumah.
Dapur SPPG dibangun kokoh megah.
SD sebelahnya dibiarkan reot ambruk.
Mungkin harapannya: anak-anak makan racun dulu, baru kejatuhan atap sekolah?
Emang agak laen sih pemerintah kita ini ๐คฃ๐ค
Seandainya Konstitusi tidak diperkosa, seandainya mulyono tidak haus kekuasaan dengan cara menjadikan anaknya wakil presiden lewat tangan iparnya di MK, maka beliau berdua ini yang pantas menjadi Presiden & Wakil Presiden. Dan tentunya Rupiah & Kondisi Perekonomian Indonesia tidak mungkin separah sekarang ini.
โ๏ธ
Di Tiongkok, polisi memainkan peran pelayanan yang luas โ selain menjaga keamanan, mereka sering terlihat merawat anak-anak, membimbing mereka menyeberang jalan dengan aman, dan mengamankan area sekolah sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan publik dan mendukung kehidupan sehari-hari.
Mungkin ada yg bertanya kenapa tabung merah di letakkan di depan,
Itu adalah sutra atau pembatas, jadi orang bisa lewat di depan org yg sedang sholat
Assalamualaikum dan selamat pagi semuanya warga Xland
BGN tertawa melihat ini. Yustina Yuniarti, guru honorer yang mengajar siswa kelas V di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur harus rela berjalan kaki sejauh 6 Kilometer setiap hari. Yustina diketahui menerima gaji 150 perbulan.
Di Aceh kami bagi bagi sepatu sekolah Rp 35.000. Di tangan negara angkanya bisa jadi Rp 700.000. Itulah yang terjadi ketika pengawasan kebijakan lemah. Anggaran dibuang-dibuang ditengah APBN sedang krisis
โProses hukum ini panjang, saya ikhlas menjalaninya... tapi kalau ujungnya tuntutan setinggi iniโฆ"
"Ya, Allah... bagaimana anak-anak kami tumbuh tanpa ayahnya nanti...โ
โIbam itu cuma konsultan, bukan pejabat, gak punya wewenang, bahkan gak tanda tangan di SK, tapi kenapa harus Ibam yang menanggung semuanya...?โ
โYa, Allah... dzolim banget... apa, sich, salah Ibam...? memang Ibam udah sejahat apa sama Indonesia.. ?โ
Setahun terakhir, Ririe berusaha tetap kuat, sebagai istri, sekaligus ibu dari dua anak yang masih kecil... meski di dalam, Ririe juga lelah dan penuh ketakutan, Ririe tetap berdiri di samping Ibam... dan tetap percaya, keadilan akan menemukan jalannya...
Simak pernyataan Ririe selengkapnya di video ini...
Tolong bantu doakan dan beri dukungan kebebasan untuk Ibam... Terima kasih...
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri@KejaksaanRI@prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT ๐