Fyi, pak Martyn ini pengusaha, investor, dan mantan profesional perbankan asal Inggris yg juga founder dan CEO Bhumi Varta Technology (BVT).
Beliau juga pengamat ekonomi digital yg aktif kritik tentang ekosistem startup di Indonesia, terutama metode "bakar uangnya".
Beliau pernah bilang kalo Indonesia ini punya banyak talenta yg luar biasa, tapi sayang bisnis model di Indo jarang yg fokus ke pengembangan sumber daya dan inovasi teknoloagi.
Ga heran kalo beliau speak up kecewa kaya gitu di LinkedIn, soalnya dari dulu sering mention banyak orang Indo yg cerdas, tapi yg posisinya di atas justru ah gitu deh🥲
Cardio helps keep you alive.
Lifting helps keep you capable.
The ability to carry groceries, climb stairs, get off the floor, and remain independent for decades is priceless.
Strength is one of the closest things we have to an anti-aging strategy.
momen purbaya hampir marah karna di tanyain pernah komplain gk ke prabowo soal penggunaan APBN
Denny: begini loh, Pak. Maaf ya. Kalau mindsetnya kan begini: saya punya uang, uang saya dipakai untuk program itu. Saya kan bisa dong ngomong, "Pak, itu kenapa uang saya dipakai buat program begitu?"
Purbaya: Itu kata siapa? kata siapa saya belum pernah ngomong.
Denny: Oke.
Purbaya: Saya enggak usah ngomong sama Anda. Anda bos saya bukan… saya enggak perlu lapor sama Anda kalau ngomong.
Denny: Cuma masyarakat kan pengin tahu apakah komunikasi ini terjadi.
Purbaya: emang anda bos saya?
Purbaya: harus lapor keanda tiap x kali saya ada komplain?
Denny: diam sejenak heran kok begini jawabannya
Bloomberg mempublikasikan artikel menarik dengan judul yang menggugat tanya: Bagaimana Lingkaran Presiden Prabowo Membuat Investor Resah?
Ada lima poin penting dari artikel Bloomberg yang bisa kita rangkum, antara lain,
Kepanikan Pasar dan Ancaman Pelemahan Rupiah
Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan hebat setelah nilai tukar Rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS pada awal bulan ini. Kondisi tersebut memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah darurat berupa intervensi pasar dan kenaikan suku bunga untuk meredam kepanikan.
Bloomberg mencatat bahwa ketakutan terbesar di kalangan elit pemerintah saat ini adalah skenario terburuk jika Rupiah terus melemah hingga menyentuh angka Rp20.000 per dolar AS. Jika hal itu terjadi, hiperinflasi dan lonjakan beban utang negara dalam dolar tidak bisa dihindari, yang berpotensi memicu eksodus besar-besaran dana investor asing.
========
Dominasi "Hambalang Boys" di Lingkaran Presiden
Terjadi pergeseran kekuatan di ring satu Istana dengan munculnya kelompok ajudan muda yang dijuluki "Hambalang Boys". Kelompok ini dulunya hanya bertugas mengurus jadwal, tetapi kini memiliki kekuatan luar biasa untuk mengontrol arus informasi ke Presiden. Kelompok ini bahkan tak segan memotong pembicaraan birokrat senior di depan umum.
Bloomberg menyebutkan bahwa dinamika arus informasi ini diperparah oleh karakter Presiden yang dikabarkan tidak suka mendengar kabar buruk. Sehingga para bawahan kerap menyaring informasi krusial agar tidak memicu kemarahan. Akibatnya, Presiden sering kali mengambil keputusan strategis berdasarkan informasi yang tidak utuh atau masukan sepihak dari lingkaran terdekatnya ini.
========
Sindrom "TACO" dan Kebijakan yang Impulsif
Gaya pembuatan kebijakan saat ini dinilai sangat impulsif, jauh berbeda dengan era Jokowi yang terbiasa membahas detail regulasi berjam-jam bersama para menteri dan pakar. Kalangan pebisnis di Jakarta bahkan menyebut pemerintahan sekarang mengidap sindrom "TACO" ala Donald Trump, yakni kecenderungan untuk membatalkan kebijakan secara mendadak jika dirasa terlalu mengundang penolakan.
Contoh nyatanya adalah penutupan mendadak gerai mewah Tiffany & Co. atas dugaan pelanggaran impor, yang langsung dibuka kembali dua hari kemudian setelah menuai kebingungan publik dan cecaran birokrasi. Inkonsistensi semacam inilah yang paling dibenci oleh pasar, karena investor bisnis sangat membutuhkan kepastian hukum dan arah eksekusi yang konsisten
========
Goyangnya Kursi Menteri Keuangan
Posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini sedang berada di "kursi panas" karena gaya komunikasinya dinilai sering mengasingkan investor internasional. Di tengah desakan pasar, Indonesia disebut sangat membutuhkan sosok Menteri Keuangan yang kredibel dan berani berkata "tidak" kepada Presiden demi menjaga pilar disiplin fiskal negara.
Rumor perombakan kabinet pun berhembus kencang, dengan nama Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin santer dibicarakan sebagai kandidat kuat pengganti Purbaya. Bahkan, sumber-sumber Istana menyebut sedang disiapkan skenario "soft landing" bagi Purbaya untuk dipindahkan menjadi petinggi BUMN atau Gubernur BI agar pergeseran ini tidak terlalu memicu kepanikan tambahan.
========
Beban Proyek Raksasa dan Taruhan Ideologi Ekonomi
Pemerintahan baru ini sangat berambisi mengeksekusi program-program raksasa yang sarat warisan ideologi keluarga, seperti makan bergizi gratis dan pembentukan sovereign wealth fund (Danantara). Sayangnya, eksekusi di lapangan sering kali tersandung masalah fundamental, seperti pemecatan petinggi program makan gratis akibat dugaan korupsi yang kemudian malah digantikan oleh sosok tanpa pengalaman mengelola anggaran triliunan.
Meskipun Danantara baru-baru ini sukses meraup $1,5 miliar dari obligasi global dan dukungan masyarakat akar rumput masih kuat, ketidaksiapan manajerial ini dilihat sebagai bom waktu oleh kalangan elite. Pada akhirnya, pasar/investor sebenarnya bisa menoleransi kebijakan yang sulit, asalkan pemerintah mampu mengomunikasikannya dengan transparan dan meminimalisasi ketidakpastian.
========
Secara umum, kita bisa menangkap bahwa PR terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar merumuskan dan mengeksekusi program yang bagus. Tetapi juga mengembalikan kepercayaan dengan eksekusi yang konsisten, transparan, dan tidak reaktif.
Pertanyaannya sekarang, apakah wajar investor merasa resah dengan dinamika kebijakan ekonomi Indonesia, atau semua ini sekadar fase adaptasi pemerintahan baru saja?
Di tahun-tahun kelam 1997-1998 saat Budiman dan kawan-kawan PRD diburu, sosok yang menjabat sebagai Danjen Kopassus adalah Prabowo.
Pasukan di bawahnya (Tim Mawar) terbukti secara sah melakukan penculikan terhadap aktivis pro-demokrasi.
Wiji Thukul yang elu sebut hilang tanpa jejak, dan belasan kawan Budiman lainnya, adalah target operasi militer rezim saat itu.
Kawan-kawan seperjuangan nya diculik (dan beberapa tak pernah kembali) oleh institusi militer di bawah komando seorang jenderal.
Tapi lihat saat ini, dia sekarang duduk manis di kabinet, memanggil mantan komandan militer tersebut dengan sebutan Bapak Presiden, dan bekerja untuk menyukseskan programnya.
Tapi gak heran sih bagi sang aktivis, memegang Badan Pengentasan Kemiskinan dengan kewenangan anggaran triliunan adalah cara paling konkret untuk mengeksekusi janji masa mudanya menyejahterakan kaum bawah.
Daripada cuma teriak pakai Toa di depan istana. Tapi kan publik gak melihat ini sebagai solusi cerdas dengan melihat gelagat nya Budiman.
Publik melihat ini murni sebagai kematian idealisme bagi siapapun yang dapet kursi jabatan, bukti bahwa kekuasaan adalah obat penenang paling ampuh.
Gerakan ini adalah Radio Taiso yang merupakan senam ringan khas Jepang yang sudah ada sejak 1928. Biasanya senam ini disiarkan di radio, kalo sekarang sudah ada di Youtube dengan musik dan instruksi yang mudah diikuti. Durasinya 3-10 menit dengan gerakan sederhana, tanpa alat.
Penelitian menunjukkan bahwa rutin mengikuti gerakan Radio Taiso berasosiasi dengan peningkatan kemampuan fisik, antara lain agility dan endurance. Selain itu pada lansia bisa menurunkan risiko terjadinya demensia dan penurunan kemampuan fisik.
Gerakan ini cocok sebagai pemanasan pagi hari atau latihan ringan sehari-hari. Namun bila kalian punya cedera bahu, nyeri medis, atau kondisi medis tertentu, pastikan sudah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai gerakan ini ya.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Osuka (2024). Effects of Radio-Taiso on Health-related Quality of Life in Older Adults With Frailty: a Randomized Controlled Trial.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai, kritik eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto terhadap Presiden Prabowo Subianto tak pantas. Ia mempertanyakan kapasitas Tyo bila memimpin negeri.
"Saya kira bahasa-bahasa yang digunakan seperti siapa itu? Yang mantan dari UGM itu, itu adalah sangat tidak pantas diucapkan dan itu tidak menjadi contoh. Bayangkan saja kalau orang-orang seperti itu nanti muncul sebagai pemimpin, mau jadi apa negeri ini?" kata Idrus saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, seluruh pihak harus menghormati Prabowo sebagai Presiden. "Kita boleh tidak setuju, tetapi dengan menggunakan panggilan yang tidak wajar, tidak pantas, tentu mestinya saya punya keyakinan bahwa sebagian besar bangsa Indonesia ini tidak respons terhadap apa yang dilakukan oleh saudara siapa namanya? Saudara Tiyo itu," ucapnya.
#TiyoArdianto #BEMUGM #IdrusMarham #PartaiGolkar #Sindonews
Sangat khas Indonesia sekali. Boleh korupsi, boleh culas, boleh licik, yang penting dibalut dengan “kesopanan”, “kepantasan”, “tata krama”. Nggak heran banyak orang menormalisasi kerusakan, karena si perusaknya sudah sering membantu, jadi filantrop, sehingga dosanya sudah dicuci.
giliran mahasiswa sibuk semua ngomong masalah etika jadi polisi moral, giliran pejabat ngomong ngawur, ndasmu, dan ekspresi yang tidak menghormati di beri tepuk tangan.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai, kritik eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto terhadap Presiden Prabowo Subianto tak pantas. Ia mempertanyakan kapasitas Tyo bila memimpin negeri.
"Saya kira bahasa-bahasa yang digunakan seperti siapa itu? Yang mantan dari UGM itu, itu adalah sangat tidak pantas diucapkan dan itu tidak menjadi contoh. Bayangkan saja kalau orang-orang seperti itu nanti muncul sebagai pemimpin, mau jadi apa negeri ini?" kata Idrus saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, seluruh pihak harus menghormati Prabowo sebagai Presiden. "Kita boleh tidak setuju, tetapi dengan menggunakan panggilan yang tidak wajar, tidak pantas, tentu mestinya saya punya keyakinan bahwa sebagian besar bangsa Indonesia ini tidak respons terhadap apa yang dilakukan oleh saudara siapa namanya? Saudara Tiyo itu," ucapnya.
#TiyoArdianto #BEMUGM #IdrusMarham #PartaiGolkar #Sindonews
jadi teringat kata kata Dr. Okky Madasari: "pak prabowo takut demonstrasi. ada trauma terhadap demonstrasi, karna dia melihat sendiri bagaimana mertuanya, bisa diturunkan oleh aksi mahasiswa"
#intinyadeh dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta dipecat abis lapor dugaan publikasi jurnal predator ke Kemendiktisaintek, libatkan belasan dosen, pejabat kampus, guru besar.
Sempet dipanggil Rektorat, dibilang rusak nama baik kampus, alih2 dilindungi sbg whistleblower.
(1/2)
Indonesia was once seen as a darling of investors. But fears of corruption and policy missteps are raising concerns about the country’s economic future
https://t.co/Himk6JYfLr