Aku tidak marah. Aku hanya kecewa. Itulah mengapa aku lebih memilih menepi daripada bertemu. Sebab di setiap pertemuan selalu ada sakit yang tak terjelaskan.
Belum ada yang mendukungmu sepenuhnya. Berikan dukungan itu kepada dirimu. Dukung dirimu untuk menggapai hal-hal yang kamu inginkan. Sebab orang lain mungkin belum peduli, kamu mau gagal berapa kali pun, bukan urusan mereka. Jangan biarkan dirimu diabaikan oleh dirimu sendiri.
Tidak perlu mengejar orang lain. Lampaui saja dirimu setiap hari. Jadi lebih baik dari dirimu kemarin. Itu sudah cukup untuk membuatmu diperhitungkan. Setidaknya oleh dirimu sendiri.
Maaf, seiring waktu berlalu mungkin aku terlihat menjauh. Mulai jarang memberi sapa. Sibuk dengan hidupku. Bahkan mungkin di matamu aku terlihat sombong. Tak apa-apa, kamu bebas memberi makna. Aku juga bingung bagaimana cara membagi tubuh sama rata, tak semua hal ternyata kubisa.
Ada waktu memang kita akan menertawakan hal yang dilakukan di masa lalu. Hal yang dulu terasa keren, kini rasanya menggelikan sekali. Sesuatu yang dulu dibanggakan, ternyata itu biasa saja. Tapi tak apa, itu tanda hidup bertumbuh pemikiran berkembang. Ada progres dalam diri.
@dsuperboy Kamu juga punya kesibukan, begitu pula dengan mereka. Jangan selalu salahkan keadaan karena tidak bisa berkumpul bersama dengan kita. Waktu perlu berjalan begitu pula dengan kawan perjuangaan yang harus mengejar impian.
Nggak ada yang perlu disesali dan merasa kecewa, jikalau kawan seperjalanan dulu kini sudah berjarak rasanya. Jarang ngumpul, jarang berkabar. Memang begitu cara kerjanya. Waktu terus berjalan dan kita akan hidup dengan kesibukan masing-masing. Prioritas juga sudah beda-beda.
Setiap orang pernah jadi jembatan. Menjadi tempat seseorang melewati bagian hidupnya untuk sampai pada seseorang yang benar-benar dia butuhkan. Jadi jembatan yang menghubungkan dua orang yang akhirnya bersatu. Entah jembatan sebagai teman atau sebagai kekasih yang ditinggalkan.
Bicara yang baik sama diri sendiri. Katakan hal-hal baik. Semangati. Jangan salahkan terus. Setidaknya dirimu sudah berjuang. Setidaknya dirimu sudah bertahan. Sudah mengikuti apa yang kamu mau. Kalau kemarin belum berhasil. Hari ini mulai lagi, usahakan. Jangan marahi dirimu.
Orang liburan, lu minta oleh-oleh. Nggak dibeliin dibilang pelit. Nggak tau aja, tuh orang nabung berbulan-bulan biar bisa menikmati liburan. Malah lu palak juga. Itu mah bukan dia yang pelit. Lu aja yang enggak tau malu.
Canda lagi bebs.
Selalu mengingatkan diri sendiri. Jangan beli sesuatu yang memang belum mampu dibeli, belum butuh-butuh banget. Apalagi sampai maksain. Sampai ngutang sana sini buat beli. Jangan menambah beban hidup hanya karena ingin terlihat keren. Jadi biasa-biasa saja tidak apa-apa kok.
Ada yang hilang meski tak pernah dimiliki, namun banyak juga yang datang meski tak pernah di nanti. Sebab kita tak pernah tau arah takdirkan berlari, maka biarkan tawa dan tangis silih berganti.
Kalau tak bisa menjadi teman yang memberi solusi, jadilah teman yang bisa mendengarkan. Jangan jadi yang terus mematahkan semangat. Kadang seseorang masih bercerita karena kamu dianggap masih bisa dipercaya.