Hilang arah
Tidak ada lagi jalan setapak
Yang dulu selalu kupijak
Lampu pinggir jalan meredup
Malam dingin memeluk
Entah ini utara atau selatan
Entah itu barat atau timur
Aku buta, butuh mata
Aku bisu, butuh lisan
Dulu semua ada denganmu
Kini sirna oleh waktu
Resah gelisah hatiku
Gundah gulana jiwaku
Rindu yang datang dan mengancam
Menuntut akan pertemuan
Namun aku yang dilemahkan jarak
Pun bertekuk lutut pada waktu
Jika semesta enggan mengizinkan
Cukuplah menjelma dalam impian
Setidaknya pernah menjadi tujuan
Namun tak tersampaikan
"Sesal"
Waktu tak terulang
Rindu kala terbayang
Masih adakah ruang?
Untuk diriku seorang
Maaf, semasa itu
Aku yang dingin pada hangatmu
Aku yang diam pada cemasmu
Kini, takdir memutar peran
Yang ada tinggal sesal