Warganet Malaysia, Singapura, dan negara tetangga lainnya ramai-ramai pesan makanan di Jakarta melalui aplikasi ojek online. Makanannya bukan untuk mereka, tapi buat dikonsumsi oleh para supir ojol yang menjemput pesanan dan untuk dibagikan pada rekan-rekan sesama ojol.
Sebuah gestur sederhana, tapi terasa sebagai dukungan yang amat hangat. Membaca komentar-komentarnya memunculkan senyum dan bahagia.
Terima kasih, saudara serumpun! Gerakan ini mengingatkan kita akan kuatnya ikatan solidaritas ASEAN. Batas negara boleh memisahkan, tapi rasa persaudaraan tetap menyatukan.
Semoga situasi segera normal, agar kita bisa kembali saling ganggu dan bertikai penuh cinta, sebagaimana layaknya antar saudara kandung. :)
Pengamat Minta Gaji Dirut Pertamina Dipangkas Jadi UMR: Biar Ikut Merasakan Susah
Yang Setuju, Mana Jempol Kelen?
Retweet, Bray!
👌👌
https://t.co/Zey4mmdH4W
Kurma tu dah tinggal dimakan aja ga usah dicampur apa2.
Serat fiber tinggi.
Trus tinggi kalori, tapi glikemik index rendah. Jadi cocok buat sumber energi dalam waktu lama
Dalam 1 kurma average mengandung 50-70 kcal
Makan 3 udah 210 kcal.
Jos kali bukan
Untuk saat ini, emang partai mana yang bisa diharapkan lagi membela rakyat? Ya PDIP. Dulu saat PDIP berkuasa yang membela rakyat Demokrat dan PKS, sekarang? Ya gak bisa karena bagian dari kekuasaan. Nasdem walo di luar tetap patuh!
Adian : Pak @prabowo saran saya..
SAVE & SHARE BUAT YANG PUNYA RENCANA BELI HANDPHONE DARI LUAR NEGERI.
sharing pengalaman beli iphone 15 pro SECOND di JEPANG & ngurus BEACUKAI di indo.
Sdr @gibran_tweet, membuka pos pengaduan diktr Wapres itu gaya walikota atau bupati yang tak percaya kinerja anak buahnya. Karena Anda sdh dilantik sbg WAKIL PRESIDEN maka berpikirlah lbh besar dan bertindaklah lbh taktis. Mis, buat KPI yg jelas dan terukur pada setiap kementerian lalu hukum sesuai kewenangan Anda klu tak tercapai. Ngga lucu khan klu setengah rakyat Indonesia datang mengadu? Saya gak tahu apakah Anda sadari rakyat penuh dgn masalah saat ini dan butuh pertolongan negara. Terutama soal keadilan hukum dan ekonomi. @prabowo@DPR_RI
INTIMIDASI via pin komentar, Abuse of Power era baru (Media Sosial)
Masih ingat guru SMP yang DIPECAT hanya gara2 Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil TERSUNGGING dengan kritik dan komentar warganya?
Ya, Gibran melakukan hal yang sama hari ini. Gibran terpantau mempin komentar salah satu netizen di kolom komentar instagramnya pada konten blusukan di terowongan MRT di Jakarta
Tujuannya jelas. Agar para BUZZER Gibran dan penjilat2nya mempersekusi pengguna yang dipinned tersebut sekaligus mendapatkan simpati bahwa seolah2 Gibran adalah korban "penghinaan"
Lalu orang tersebut akan dikucilkan di "real life"nya, lalu mentalnya jatuh. Kalo dia kerja disebuah perusahaan, maka biasanya akan dipecat dengan alibi perusahaan tdk mau terkena imbas. Syukur2 dia tdk bunuh diri
Cara seperti ini adalah DIKTATOR versi modern. Hanya dengan modal "pinned" atau balas komentar singkat, maka dia akan dihajar oleh ribuan penjilat2nya secara bertubi2. Bahkan pelakunya bisa diteror, bahkan data pribadinya disebarluaskan
Ridwan Kamil dan Gibran sudah melakukannya. Mereka terpantau melakukannya bukan hanya sekali, tapi sudah beberapa kali
Selain mendapatkan simpati, ada kepuasan batin kpd pemimpin model seperti ini. Naluri manusia selalu ingin dilihat memiliki power, tapi era sekarang tak mungkin melakukan kekerasan secara langsung
Maka, orang ketika dilibatkan untuk menunjukkan betapa mengerikannya telunjuk seorang penyelenggara negara
Kalian hanya boleh memuji, tapi jangan mengkritik, apalagi sampai nada yang keras
Jangan coba2 sama orang yang gampang BAPER macam Ridwan Kamil dan Gibran, lo bisa dipecat atau rumah lo bisa dipersekusi
"Heil...Gibran, ja...ja...ja...!"
Wakil Menteri Kebudayaan baru dikuliahi ramai-ramai di Instagram karena gagal menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik.
Sungguh “berbudaya”.