Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
Alhamdulillaah.. finally.
Yess.. we did it.
Thanks to all of you, guys.
…
North London forever
Whatever the weather
These streets are our own
And my heart will leave you never
My blood will forever
Run through the stone.
#champions#gunners#gooners
Guys, ada momen di Mata Najwa yang menurut gue salah satu yang paling menggetarkan dalam sejarah wawancara televisi Indonesia.
Najwa tanya ke Habibie:
masih marahkah Pak Habibie melihat apa yang dulu diperjuangkan begitu banyak anak bangsa kini sepertinya sia-sia?
Dan jawaban Habibie bukan kemarahan.
Bukan kepahitan.
Tapi sesuatu yang jauh lebih dalam dari itu.
"Saya tidak marah.
Kecewa.
Tapi saya tidak mau luangkan waktu dan tenaga saya untuk mengeluh dan menyalahkan siapa saja."
Konteksnya dulu apa yang sebenarnya dihancurkan:
N250 bukan sekadar pesawat.
Ini adalah proyek kebanggaan yang Habibie bangun dari nol selama puluhan tahun.
Waktu itu sudah 48.000 orang bekerja di industri strategis ini.
Kontrak ekspor sudah ditandatangani.
Pesawat sudah terbang perdana dengan sempurna.
Progress sudah mencapai 80% menuju sertifikasi penuh.
Dan tiba-tiba diperintahkan berhenti.
Siapa yang memerintahkan?
Bukan Pak Harto secara langsung.
Pak Harto yang menandatangani perjanjian dengan IMF.
Tapi di balik itu IMF yang datang ke Indonesia membawa satu syarat:
kalau mau dibantu keluar dari krisis 1998,
industri-industri strategis itu harus dibubarkan.
Termasuk IPTN industri pesawat yang membanggakan itu.
"Yang melaksanakan itu adalah IMF.
Kalau IMF datang kemari,
dia mengatakan mau bantu,
tapi harus matikan perusahaan-perusahaan itu."
Dan Habibie tahu konsekuensinya tapi tetap menolak:
Ini yang paling gue kagumi.
Habibie bukan orang yang tidak tahu situasinya.
Dia tahu persis kondisi Indonesia saat itu:
inflasi tinggi, suku bunga melonjak, rupiah anjlok dari Rp2.000 ke Rp16.000 bahkan menuju Rp20.000. Rakyat antri makanan. Orang kelaparan.
Dan di tengah kondisi itu ada yang datang menawarkan solusi dengan syarat: bunuh mimpi bangsa ini.
Habibie menolak.
Bahkan ketika kemudian dia menjadi Presiden dan punya kekuasaan tertinggi untuk membuka kembali industri itu dia tidak melakukannya.
Bukan karena tidak mau.
Tapi karena dia menghitung dengan kepala dingin bahwa kondisinya belum memungkinkan dan memaksakan itu di tengah krisis hanya akan menambah beban rakyat yang sudah menderita.
"Andaikata saya laksanakan itu saya akan menghadapi inflasi tinggi, suku bunga tinggi, nilai rupiah anjlok.
Yang lebih penting dari pesawat terbang adalah orang antri makanan."
Ini bukan kekalahan.
Ini adalah keputusan seorang negarawan yang menempatkan kepentingan rakyat di atas ego dan warisan pribadinya.
Yang paling menyentuh dari seluruh wawancara ini:
Habibie membangun N250 bukan untuk dirinya sendiri. Dia sudah mapan.
Dia bisa saja tetap tinggal di Jerman,
menikmati karir gemilang di MBB, hidup sebagai insinyur kelas dunia yang dihormati seluruh Eropa.
Tapi dia memilih pulang.
Memilih membangun.
Memilih menuangkan seluruh ilmu dan hidupnya untuk bangsa yang bahkan belum tentu menghargainya.
"Saya mulai dengan 20 orang.
Waktu saya jadi Menteri, saya serahkan industri strategis 48.000 orang.
Ton over fighter dollar untuk negara.
Itu yang telah saya berikan kepada bangsa ini."
Dan ketika semua itu dihancurkan dia tidak meminta apa-apa kembali.
Tidak menuntut pengakuan.
Tidak mengeluarkan kepahitan.
Dia hanya bilang: "Lihat dari sudut positifnya."
Habibie adalah bukti bahwa nasionalisme sejati bukan soal teriak-teriak di jalanan atau benci negara lain.
Nasionalisme sejati adalah ketika seseorang yang sudah punya segalanya ilmu, karir, nama besar, kehidupan nyaman di luar negeri — memilih pulang dan membangun.
Memilih melayani.
Dan ketika apa yang dibangunnya dihancurkan oleh tekanan asing dia tidak hancur.
Dia tidak menyerah. Dia hanya berkata dengan tenang: ini sudah saya berikan kepada bangsa ini.
Berapa banyak pemimpin hari ini yang bisa berkata hal yang sama?
…kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dengan kinerja yang lebih baik, menjauhi segala kontroversi.
Semoga menjadi early warning kepada Presiden dan jajaran kabinetnya.
Kondisi geopolitik pada saat ini harus menjadi perhatian pemerintah lebih serius, sesuai penyampaian Presiden Prabowo, dampak perang ini akan berkelanjutan dan kita mau tidak mau akan ikut terkena.
Perkuat ketahanan pangan dan tingkatkan…
Semoga kekhawatiran sebagian tokoh bangsa thd pengiriman tentara ke Gaza selain menjaga kondisi gencatan senjata, tidak terbukti, krn apabila iya, maka kita membuka front baru dng negara sahabat.
Allahul musta’an.
Di antara tujuan BoP adalah penghentian kekerasan perang menuju kedamaian dunia, sesuai penjelasan Bapak Presiden kepada para ulama dan tokoh ormas Islam di pertemuan awal Februari lalu, krn inisiatornya adl Presiden Trump sendiri…
…dan diajukan kpd banyak pemimpin negara.
Kenyataannya, USA mencederai sendiri upaya menjaga kedamaian dunia ini dengan serangan kpd Iran.
Patut ditanyakan kembali komitmen kita ut tetap berada di keanggotaan BoP.
…hingga kemerdekaan penuh negara Palestina beribukota Yerusalem. Memang tidak mudah ut duduk di depan para penjajah dan penjahat kemanusiaan, namun pahlawan kemerdekaan bangsa kita pernah menunjukkan hal ini.
Dengan bergabungnya Israel ke BoP, maka semoga diplomasi kita bersama 7 negara Islam lain diberi kekuatan ut memperjuangkan hak bangsa Palestina, mulai dari pengiriman pasukan buat menjaga kondisi gencatan senjata…
Bukan pilihan ideal, namun realistis buat para pemimpin negara/pemerintahan delapan negara Islam yang memperjuangkan Palestina. Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, Pakistan, dan Turki.
1. Saya ikut di dalam pertemuan ormas Islam dan kaum Ulama dengan Presiden @prabowo yang membahas dua isu utama. Salah satunya yaitu kondisi geopolitik pada saat ini, khususnya dampak perang Rusia-Ukraina, hingga genocida di Gaza pasca 7 Oktober 2023.
Hingga saat ini, mungkin kita hanya memiliki opsi ini sebagai upaya ut menghentikan genosida, dan selanjutnya tetap bersama dalam perjuangan hingga Palestina berdaulat di atas tanah mereka sendiri. Perdamaian dan kemerdekaan, dua poin utama pada saat ini