Banyak konflik kerja bukan karena kurang pintar, tapi soft skill lemah
Ada yang pintar tapi susah kolaborasi. Ada yang rajin tapi gak adaptif.
Gue ada kuis yang bisa bantu lo mengukur soft skill yang lo punya
Follow, like, retweet & reply “KUIS”
Gue send link nya di DM
"Ayah sayang sama aku baru di usia 30an, tp aku udah sayang sama ayah dari aku lahir." Sejak hari pertama nonton video ini sampe skrg aku masih kepikiran https://t.co/ntNhgQFD7b
7 Butterfly Effects yang Mengubah Sejarah Dunia
Butterfly Effects atau Efek Kupu-Kupu adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana sebuah keputusan kecil yang terlihat sepele dan tampak tak berarti namun dapat mengubah jalannya sejarah.
Istilah Efek Kupu-Kupu pertama kali dipakai oleh Edward Norton Lorenz pada saat terjadinya fenomena ganjil di mana banyaknya kupu-kupu yang beterbangan secara tak wajar di hutan belantara Brasil. Saat itu tak ada yang mengerti mengapa kupu-kupu dalam jumlah sangat besar tiba-tiba melakukan migrasi, namun kejadian yang tampak sepele ini mendapatkan jawaban beberapa bulan kemudian. Rupanya fenomena itu menandai terjadinya bencana tornado dahsyat di kawasanTexas, Amerika Serikat.
Efek Kupu-Kupu kemudian juga lazim digunakan untuk menggambarkan sebuah situasi di mana sebuah keputusan yang tampak tak berarti namun mampu merubah sejarah dunia secara signifikan. Berikut ini adalah 7 Efek Kupu-Kupu yang telah merubah sejarah dunia untuk selama-lamanya.
Ketika ruang politik tidak lagi bicara gagasan:
Peta ideologi politik Indonesia sering disalahartikan seperti model Barat: kiri vs kanan, konservatif vs progresif. Padahal, spektrum politik itu terbentuk oleh sejarah; di Eropa, konflik antara proletariat dan borjuis (lihat historical materialism à la Hegel & Marx) kemudian melahirkan sosialisme.
Indonesia tak pernah mengalami revolusi industri. Maka, konflik kelas bukan pangkal politik kita. Seperti apa yang Tan Malaka katakan: konflik utama Indonesia adalah kolonialisme. Karena itu, yang lahir bukan sosialisme, tapi nasionalisme — dengan cita-cita negara kuat dan ekonomi mandiri, melawan liberalisme yang dianggap sebagai wajah penjajahan.
Sukarno bisa dilihat sebagai personifikasi nasionalisme: proteksionisme, sentralisasi, dan kesatuan sebagai harga mati. Hatta mewakili kutub liberal: demokrasi parlementer, desentralisasi, dan ekonomi terbuka. Hatta mendukung federalisme — bukan untuk memecah, tapi untuk memberi keadilan antar daerah.
Konflik antara Omnibus Law Cipta Kerja—yang mempermudah eksploitasi sumber daya seperti penambangan pasir Gunung Merapi—dengan regulasi lokal DIY yang melindungi kawasan berdasarkan nilai-nilai Sumbu Filosofis, adalah contoh klasik dari pertarungan ideologi dimana partai harusnya berdebat.
Hari ini perbincangan politik tidak mengindahkan gagasan namun personalitas. Partai jadi kendaraan elektoral semata. Akuntabilitas bergeser — bukan ke rakyat, tapi ke ketua partai.
Dalam konteks perdagangan internasional misalnya, seorang politisi bisa menganut proteksionisme di pagi hari, lalu memuji free trade di sore hari. Padahal, proteksionisme jargon nasionalisme. Free trade adalah karikatur dari liberalisme. Tanpa peta ideologi, yang tersisa hanyalah oportunisme.
Indonesia butuh kerangka yang lahir dari sejarahnya sendiri: liberal-nasionalisme. Agar politik punya arah, dan kekuasaan punya batas.
Further: https://t.co/C15W4nxejS
Bayangkan ada penyakit yang sudah ada sejak zaman dulu dan masih jadi masalah besar sampai sekarang. Namanya Tuberkulosis atau TB, infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Biasanya, penyakit ini menyerang paru-paru.
Tapi jangan salah, kuman ini …..
Romantisasi ojol sampe kemudian sadar: beli kuota pake uang sendiri, servis bulanan kendaraan pake uang sendiri, bensin makin mahal dan belinya pake uang sendiri, risiko kerja tinggi tp gak ada jaminan sosial, status kemitraannya manipulatif, argo kecil tp potongan besar, dst.
TERKONFIRMASI!!
Kaget banget! Baru aja kemarin kami bikin candaan ternyata hari ini dapat info valid dari internal bahwa Gibran Rakabuming Raka ternyata memang benar2 diganti! 😭😭
Jika cukup banyak yg RT kami akan spill namanya.
Mari kita bahas tentang perhitungan "profit" di startup, especially ketika ngobrol sama investor
Startup itu jarang ngomongin profit secara keseluruhan company (net operating income maupun EBITDA). Yang day-to-day dibahas oleh startup itu biasanya adalah contribution margin
Apa itu contribution margin (alias CM)? Contribution margin itu biaya variabel untuk bikin produk sampe nyampe ke customer
Misalnya, kita startup jualan lele. Mari kita lihat angka2nya per kg
Berarti kita profitnya Rp 7.000/kg donk (alias 35% profit margin!!)? Pantes semua orang mau jadi peternak lele!!
Tapi ini ga ngitung:
1. Lelenya mati atau kanibal
2. Lelenya dicuri orang
3. Biaya nganter lele dari kolam ke pasar
4. Biaya promosi bahwa kita jualan lele terbaik se-Yogyakarta
5. Biaya karyawan
6. Biaya fixed cost (kolam lele, tanah, ember penampungan, pompa)
Sekarang mari kita bikin ilustrasi yang lebih lengkap
Jadi bisa dilihat bahwa
🐟 CM1 menunjukkan bahwa apakah produknya sendiri itu profit
📦 CM2 menunjukkan apakah produk + operational cost itu bisa profit. Asumsinya kalo ga ada marketing perusahaan masih bisa jalan dan profit indefinitely
📢 CM3 menunjukkan apakah bakar2an duit via marketing dan promosi itu sustainable apa ngga
CM1, CM2, CM3 bisa dipakai sama startup untuk tahu kita harus fokus yang mana?
CM1 negatif? Berarti harus cari produk lebih murah
CM2 negatif? Pecat team operational
CM3 negatif? Pecat team marketing
Engineering team dan management dmn? Di bawah CM3. Makanya engineer baru dilayoff di akhir2 karena investor biasanya liatin CM2 dan CM3 aja. Kalo engineer sudah sampai dilayoff you know shit has hit the fan
Investor dan founder sangat peduli sama contribution margin, karena itu sangat berhubungan dengan potensi produknya. Dan bisa dipakai untuk membandingkan startup satu dengan startup lain, dari segi produk
Misalnya mau bandingin Gojek vs Grab secara produk dan pilih startup mana yang mau diinvest? Liat CM2-nya aja. Pilih yang CM2-nya lebih bagus, diinvest, biar bakar2 duit di sana
Tapi sayangnya contribution margin itu bisa dibikin se-fleksibel mungkin. Atau saya sebut "financial engineering"
Beberapa contoh:
1️⃣ Kita bikin perusahaan pengantaran makanan (sebut saja GoFood). Revenue sekali nganter Rp 15.000. Tapi barang yang dianter caviar seharga Rp 900.000. Instead of laporin revenue sebagai Rp 15.000, kita bisa laporin revenue sebagai Rp 915.000 dan "bahan baku" Rp 900.000 sehingga dapet gross profit Rp 15.000
Kenapa melakukan ini? Biar Gross Merchandise Value (GMV) kumpeninya tinggi. Kenapa kok mau menggelembungkan GMV? Biar investor impressed. Apalagi kalo bisnisnya udah macem2 (e.g. logistik, hotel, jual pulsa, jual token listrik). Investor yang ga teliti bisa tertipu. Dikira perusahaannya makin bagus. Padahal cuma mainan geser2 angka
Cerita yang dijual: "liat nih kita bisa capture market sebanyak ini? Tinggal dibikin efisien aja. Boleh pinjem seratus?"
2️⃣ Gaji team operational bisa dipindah dari CM2 masuk ke bawah CM3 (jadi setara management dan engineering). Ini lagi2 untuk mengelabui investor biar produknya terlihat scaling well. Padahal gaji team operational belum dimasukin
Cerita yang dijual: "ini kalo kita gas marketingnya bisa profit kok. CM2-nya aja profit. Boleh pinjem seratus?"
3️⃣ Diskon dan promosi, yang sehat dimasukin CM1. Tapi banyak juga yang pindahin diskon dan promosi ini ke CM3. Kenapa? Supaya CM2-nya terlihat sehat dan seolah2 startupnya tinggal digas dengan more marketing
Cerita yang dijual: "ini kalo promosinya berhenti kita bakal profit kok! Boleh pinjem seratus?"
Sekarang coba tanyakan ke team management kita: CM2 kita berapa?
Mau sedikit cerita. Awal ramadhan lalu, tiba2 dapet telpon ke nomor WA bussines. Nanyain tentang pembuatan kaki palsu. Ternyata kaki palsu nya buat bapak nya dan dia dapet nomor saya hasil searching dari google. Akhirnya saya jelaskan proses pembuatan, harga, pemilihan komponen,
Bumi mengitari Matahari ❌
Matahari mengitari Bumi ❌
Lah? Terus gimana yang benar? Yang jelas sih, selama ini, Bumi ternyata nggak mengitari Matahari lho!
-Sebuah Utas-
BASIC PHONICS FOR SPELLING RULES, a thread.
Panduannya dapet dari: https://t.co/oFAU0urYyJ
Bakal aku coba jabarin sedetail-detailnya semua poin di atas lewat tred ini.
Ini semoga bisa membantu bapak/ibu ngajarin anak di rumah belajar bahasa Inggris dari nol. 🥰
Bisa juga buat kamu-kamu yang merasa terdzolimi karena ga pernah denger yang namanya “phonics” ampe udah bejembut kek sekarang. 😡
Yuk, belajar bareng.