Masyaa Allah…
Bukan sembarang emak-emak.
Inilah wajah ibu yang merekam video lapak narkoba di Labuanbatu, Sumut.
Beliau berterima kasih kepada Polres yang telah menindaklanjuti info peredaran narkoba.
Sehat selalu, bu…
Dear @UNICEF,
Indonesian children should never be used to advance any political agenda or government campaign. Indonesia's Child Protection Law emphasizes that every child has the right to be protected from exploitation, violence, discrimination, and any activity that may jeopardize their best interests. Involving elementary school children in public rallies, asking them to carry campaign-style signs or chant political slogans raises serious concerns about whether their rights are being respected.
Children can’t meaningfully consent to political participation. Schools should remain safe spaces for learning—not places where students are mobilized to endorse government policies.
We urge independent monitoring to ensure that children's rights are fully protected and that no child is used as a tool for political messaging.
“Selamat datang teman teman Esa Unggul!”
Denger gitu aja gua merinding..
Harapan kami pada manusia memang hanya tinggal kepada mahasiswa ✊🏻
Bakal sampe malem ini kayaknya.. Hati-hati ya, kenali kawan kalian, lihat kanan kiri, jgn terprovokasi
MENANG 🔥
Inti pertemuan mahasiswa Trisakti dan DPR
- Pembebasan 16 Mahasiswa Trisakti
- Pembebasan 2 Mahasiswa Mercu Buana
- Semua tuntutan aksi sudah diterima, sudah disampaikan kepada BGN dan Menteri ESDM (Via Telepon)
- Jika belum transparan, maka DPR akan memfasilitasi untuk berdialog secara langsung
MENURUT KALIAN GIMANA? kok rasanya kurang puas ya sama hasil pertemuan mahasiswa dan DPR, seharusnya ketemu Prabowo langsung sih ini
Nomin sekian tweets AU; 𝙏𝙝𝙞𝙧𝙩𝙞𝙚𝙨
A faceless food vlogger ‘Pinkkyt’ accidentally met his long-lost crush Mas Segara again in their thirties—after 14 years being strangers.
A lot has definitely changed, including their feelings?
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
HELP RT PLEASE GUYSS
X/TWITTER DO YOUR MAGIC !!! 🥹
ini foto ayah temenku, temenku lagi bantu ayahnya nyariin keluarga beliau, beliau gapernah ketemu keluarganya lagi selama 30 tahun.. beliau asli Sulawesi Selatan Sopeng dan katanya juga punya keluarga di Samarinda. Sekarang–
🚨 JUST IN: AKSI #DEMO DEPAN UOB PLAZA BERJALAN DRAMATIS!!
Ada teatrical dari Mahasiswa! Keren banget nyindirnya!
Mohon hindari jalan arah Bundaran HI agar tidak terkena macet.
#IndonesiaGelap#MenujuIndonesiaBangkrut
🚨 JUST IN : Aksi #Demo Mahasiswa, 15 Juni 2026.
Tolong di share ‼️‼️
Saya sedang berkomunikasi dengan Para Team Cyber untuk membuat Laporan Valid kepada Netizen seputar kondisi di lapangan. hasil yg didapat adalah :
1. Banyak Mahasiswa yg tertahan Blokade di Bendungan Hilir & Jalan Sudirman.
2) Yang lolos hanya ke gedung DPR itu pun hanya 3 universitas Mahasiswa
3) Titik aksi terbagi ada yg di depan gerbang Pancasila, ada yg tertahan Blokade, ada yg di gedung DPR
4) UHAMKA saat ini pindah tujuan menuju gedung DPR.
Source: presiden.netizen.indonesia
MarkMin lokal AU
𝐏𝐢𝐧𝐞𝐬𝐭𝐡𝐢
Matthew kebingungan bagaimana cara menolak perjodohan dari orang tuanya sampai ia menarik orang asing untuk dikenalkan sebagai pacarnya. Namun siapa sangka, orang asing itu malah mengacak-acak kehidupannya?
⚠️HALLO TEMAN-TEMAN, MOHON PERHATIANNYA! Kemarin salah satu dari teman kami meninggal bukan karena sakit atau apa, TAPI KARENA JALAN BERLUBANG. Tolong bantu up teman2 untuk menghindari kejadian serupa di masa depan❤️
“makanya kalau demo jgn anarkis!”
aksi kamisan yang udah 911 kali, setiap KAMIS, diadakan dgn tertib dan ga ganggu pun dijaga aparat SEBEGININYA. honestly… what did we do wrong :-) why do they fight us that much while we’re just civillians that speaks for justice :-)