@rgoestama "Ada dana nih 70-85jtan, enaknya beli mobil apa ya?"
Gue akan selalu menyarankan:
Suzuki Swift Gen 1.
Sukur sukur dapet yg GT.
Atau
Nissan March Facelift.
Yang Facelift ya.
Harusnya Bersatu. Bukan Menjadi Satu.
Hargai keberagaman. Bukan penyeragaman.
Kalau bukan dari Paskibraka yg mencontohkan bagaimana persatuan Indonesia, siapa lagi?
Satu kesempatan yang bikin Avengers menang ternyata bukan pengorbanan Tony Stark.
Gw iseng ngulang2 adegan ini buat nyari sebenernya momen apa yang ngebedain dari 14 juta kemungkinan yang dibilang Doctor Strange.
Citra politisi muda yang penuh sopan santun dan beradab yang dibangun selama bertahun-tahun melalui gestur sering menunduk dan salim kepada banyak tokoh yang lebih tua hancur lebur begitu saja melalui debat satu malam.
Aku tau paslon no 2 sudah di atas angin di berbagai survey.
Aku hargai orng2 yg memilih beliau.
Aku juga tau paslon no 3, cukup dikenal di area jawa tengah.
Tapi aku berharap :
"What if"
"Gimana kalo semisal tokoh ini yg menang"
So. Aku memutuskan dukung pak anies.
Hidup gak berhenti di saat pencoblosan, Setelah ada Presiden terpilih, kita mau ngapain?
Kalau 01 menang, Tagih janji2nya yg banyak itu, kritik kalau gak seusai omongan2nya
Kalau 02 menang, pasrah, surviving.
Kalau 03 menang, mirip ke 01 tapi tagihannya lbh sedikit.
Skrg kita semua tahu, kenapa timses Prabowo ga mau nerima undangan2 dialog bebas selama ini...
Apa yg terjadi di Dialog Kadin hari ini, cukup mengafirmasi...
**Wes lah, terima nasib aja kita..
Gass terus narasinya abangda ๐ฅฐ
Gaada jalan lain utk putar balik lagi, sekarang mau nggak mau harus nyari2 alasan memoles politik dinasti agar diterima orang banyak. Gass terusss ๐
Mas Gibran,
Malam ini nama mu telah disepakati untuk mendampingi pak Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinan negeri ini tahun depan. Perjuangan masih panjang tapi saya ingin berpesan.
Saya pernah membaca sebuah pepatah berbunyi:
Suatu hari, bahkan telur pun bisa berjalanโ.
Saya lupa, Saya pernah membaca pepatah ini di mana dan sejauh yg saya mengerti bahwa artinya, hidup adalah perjalanan dari waktu ke waktu dan menyaksikan semua yang ada silih berganti datang dan pergi sepanjang jalan serta berubah dari masa ke masa.
Bahkan telur yang lonjong, bisa berjalan karena telah menjadi anak ayam. Itulah kehidupan kita, manusia di dunia yg sementara dan di antara belantara peristiwa yang begitu banyak luar biasa.
Mas Wali,
Dalam politik kita, demikianlah kisahnya. Seolah semua sandiwara. Panggung yang kita tak sepenuhnya paham plotnya karena sering berubah. Dan seorang aktor yang cermat adalah mereka yang mengerti dan melepas diri dari kekakuan kemauan kita yg subjektif.
Biarlah peristiwa ini berjalan asalkan ia adalah kata hati kita yang menjadi niat baik. Kita tidak sedang berbuat jahat. Kita sedang menjalankan gagasan dan cita2 besar. Kita ingin perjalanan bangsa diteruskan dan kita ingin apa yang sudah baik diteruskan dan tidak mulai dari awal.
Maka, persatuan Mas Gibran dan Pak Prabowo malam ini mengandung amanah besar untuk memastikan jalan bagi bangsa ini dalam meneruskan perjalanan, menuju Indonesia Emas 2045 dan Superpower Baru ke depan. Ini bukan insiden, ini adalah monumen kebangsaan yang telah diletakkan oleh presiden sebelumnya khususnya pak Jokowi.
Secara khusus, Mas Gibran adalah wakil dari generasi yang kehadirannya sering kita rayakan sebagai bonus demografi dan lainnya. Padahal mereka yg muda sering tidak tampak mewakili dan terabaikan dalam pencarian diri dan jati diri.
Seminggu lagi,
Akan ada hari sumpah pemuda. 28 oktober 1928. Hari ketika kaum muda meletakkan tekad dalam sumpah untuk bersatu. Ajaklah bangsa ini bersatu. Bersama pak prabowo, tokoh besar yang hatinya bersih. Tak pernah dendam dan tak pernah sakit hati. Hanya hati yg bersih yg bikin kita bersatu menatap hiri esok yg terang.
Maka Selamat berjuang Mas Gibran.
Buktikan kepada dunia. Bahwa anda telah matang. Keraguan orang kompleks, bermotif rumit, dramatis tapi jangan pernah membuatmu ragu pada niat baik.
Saya mungkin termasuk yang pernah ragu apakah telur bisa berjalan. Tapi dengan berjalannya waktu, Mas Gibran telah berjalan.
Dan caramu berjalan, disukai atau tidak, diragukan atau tidak, telah mengirim sinyal yang kuat kepada satu generasi baru Indonesia tentang harapan akan masa depan yang gilang gemilang.
Sekali lagi,
Selamat berjuang mas!
Maju Terus!
Fahri Hamzah.