udah ya gais stop interaksi sama akun-akun bodong yang tiba-tiba isinya ngetwit soal homofobia😹😹😹taulah bikinan siapa dan untuk apa, don’t waste you energy pls just report and block
Di Bandung ada namanya be mall dulu di sekitaran Jl Naripan. Pas kuliah sempet ke sana, ssepi bgt sampe eskalator pun gak pada dinyalain. Backrooms bgt
Indonesian backrooms would be an old shopping mall when all the shops are closed and you’re not sure where each alley leads to. it’s not GI or any modern-looking mall. think pasar senen, thamrin city
untuk yang ga ngerti di mana harmfulnya twit ini, ganti aja dengan minoritas lain.
“udah tau di indo sangat menentang kesetaraan perempuan, kok ya berani gitu loh. harusnya bisa mikir gitu loh resikonya.”
“udah tau di indo sangat menentang ibadah [insert agama mino], kok ya berani gitu loh. harusnya bisa mikir gitu loh resikonya.”
emang aslinya ini orang mental oppresor. belum aja dia jadi pihak yang oppressed.
Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
Maksud gue, stop pake slogan begitu untuk melakukan tindakan diskriminatif, opresi kelompok marjinal. Kalian tuh kalo ngomongin aksi kemanusiaan jangan pilih-pilih, jangan yg berdasarkan kepercayaan kalian doang. Kita ini sama-sama manusia, terlepas dr apapun kepercayaannya.
"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung"
Di Prancis penggunaan hijab sempet jadi masalah. Lebih dari 50% perempuan berhijab disana pernah lapor nerima tindakan diskriminatif. Trus apakah tindakan kaya gitu harus didiemin dengan alasan "dimana bumi dipijak.." kan ngga to?
Aku pernah gini waktu have a relationship sama mas dosen Yundiph.
"Nulis jurnal bareng yuk? Biar kalo ada yg sitasi, nama di kutipan itu adl nama kita berdua".
Lalu terbitlah 3 jurnal yg ada namaku dan dia 🥹
Sekarang kalo ada yg sitasi, ekspresiku langsung 😒😒
Aku pernah gini waktu have a relationship sama mas dosen Yundiph.
"Nulis jurnal bareng yuk? Biar kalo ada yg sitasi, nama di kutipan itu adl nama kita berdua".
Lalu terbitlah 3 jurnal yg ada namaku dan dia 🥹
Sekarang kalo ada yg sitasi, ekspresiku langsung 😒😒
Yang membuat hancur seseorang itu adalah serakah.
Ga bisa merasa cukup.
Serakah ini mengakar dari semua kalangan.
Mau kerja enak, santai tapi duit gampang banyak.
Enough is enough.
Ra iso berpikir ngono.
Karena sadar lawan oppressor beneran taruhannya nyawa. Kalau 'melawan' kau marjinal yg jelas tidak punya perlindungan mereka bisa coli ego dan performatif sudah berjuang melawan 'keburukan'. Makanya gaya nya si paling masif teriak matimatimati.
It's called scapegoating. Di waktu krisis, pemerintah butuh kambing hitam. Biasanya kelompok yg bisa disalahin buat ngalihin amarah publik. Mereka harus berbeda & lemah secara politik. Mereka sama sekali ga salah, yg penting semua orang marah ke mereka, bukan ke pemerintah