Indonesia burns again as the second wave of #IndonesiaGelap protests explodes onto the streets. Students across the country are rising up against a new military law that allows active-duty officers to take civilian posts. Many see it as a return to the kind of military dominance that once defined the Suharto dictatorship.
From Yogyakarta to Malang, protests have turned violent. Police used tear gas, water cannons, and brutal force. In response, protesters in Malang set part of the DPRD building on fire. In Yogyakarta, student leader Tiyo Ardianto now faces open intimidation after leading a protest last week. Blood-red banners appeared near the demonstration site, accusing him and other activists of being foreign pawns.
Parjo menyusup ke barisan massa di Surabaya. Sok peduli fasilitas negara, komandan lu noh maling uang negara, gerombolan kriminal lu tukang bunuh warga, bunuh wartawan, beking bisnis ilegal, judi sabung ayam.
Fasilitas rusuk dibangun pake uang warga bukan uang parjo
Malang, Surabaya, Sukabumi, dan kota kota lain di seluruh Indonesia. Perjuangan bukan cuman di Jakarta. Kenapa kebanyakan TV Nasional dan Media Mainstream tidak meliput ini? Semangat dan hati hati untuk semua yang bersuara di seluruh Indonesia.
16.36: Hati-hati saat melintas di sekitaran Grahadi, Kawan. Pantauan Wildan Pratama, reporter Suara Surabaya di lokasi, massa aksi melempar sesuatu dan dibalas polisi dengan menyiramkan water cannon.(SS-IS)
Kayutangan mambengi, kepadatan tiap weekend iki bisa sedikit terurai dg cara bongkaren monumen seng gak penting iku, sewakno lahan sekitar kono khusus parkir sentris. jalan raya berfungsi sbg mana mestinya, seng paling penting arek2 herek parkir dan lesehan di trotoar patung chairil digepuk i.