Hari ini, Ramdhanu Dwiyantoro memutuskan untuk mendaftarkan diri dalam penjaringan calon bupati Pasuruan yang dilakukan DPC PKB Kabupaten Pasuruan. Langkah yang telah dipikirkan dan dikonsultasikan dengan alim ulama dan tokoh masyarakat. Bismillah.
Hari ini, Ramdhanu Dwiyantoro memutuskan untuk mendaftarkan diri dalam penjaringan calon bupati Pasuruan yang dilakukan DPC PKB Kabupaten Pasuruan. Langkah yang telah dipikirkan dan dikonsultasikan dengan alim ulama dan tokoh masyarakat. Bismillah.
Ramdhanu Dwiyantoro juga mendapatkan dukungan dari tokoh PKB dan mendapatkan lampu hijau. Itu meyakinkan dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Pasuruan dari PKB.
https://t.co/4y9thRLGrY
Bismillah, semoga dilancarkan ikhtiar ini. Saya, Ramdhanu Dwiyantoro berterima kasih atas dukungan dari masyarakat Kabupaten Pasuruan. Ini ikhtiar untuk lebih baik.
https://t.co/h3TP4Lckt8
Dukungan dan dorongan masyarakat terus mengalir kepada Ramdhanu Dwiyantoro. Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan tersebut disebut-sebut sebagai sosok ideal untuk menjadi pemimpin baru Kabupaten Pasuruan. Bagaimana menurut kalian?
https://t.co/jhbyX4FyWf
5. Masjid Cheng Ho Pasuruan
Memiliki gaya arsitektur Jawa, Arab dan China, Masjid Cheng Hoo ini telah diresmikan oleh Bupati Pasuruan yang menjabat pada masa itu, yaitu pada 27 Januari 2008. Peletakkan batu pertama masjid ini dilakukan pada 30 Mei 2004 oleh almarhum Gus Dur.
Masjid ini bisa Kawan jumpai di Jalan Raya Kasri No.18 Petung Sari, Kecamatan Pandaan, Pasuruan Jawa Timur. Masjid ini memiliki dua lantai dengan atap yang berbentuk pagoda dengan perpaduan warna merah dan hijau.
Tahukah Kawan, masjid yang diberi nama Masjid Muhammad Cheng Hoo ini juga menjadi salah satu landmark Pasuruan. Jadi sempatkan ke sini jika Kawan sedang berkunjung ke Pasuruan.
6. Masjid Cheng Ho Gowa
Warga muslim Tionghoa di Sulawesi Selatan mengabadikan leluhur mereka, Laksamana Cheng Hoo, menjadi sebuah nama masjid. Uniknya, Cheng Hoo, penjelajah muslim dari China pada abad ke-15, tak pernah menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan selama berada di nusantara.
Masjid Muhammad Cheng Hoo terletak di jl Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa atau di sebelah utara Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Arsitekturnya cukup berbeda dengan lazimnya masjid-masjid di Indonesia.
Warna catnya didominasi merah cerah. Kubah utamanya tidak berbentuk bulat. Kubah Masjid Cheng Hoo berundak-undak serupa pagoda, ciri khas bangunan peribadatan Tionghoa. Kental unsur Tionghoa, Masjid Cheng Hoo tetap terbuka untuk umum.