Izin ralat cuitannya, jadi,
"Mungkin, dosen lain akan merespons dengan cara berbeda, tetapi saya tidak. Saya memilih untuk mengajarinya cara berbahasa Indonesia."
di pikiran saya, bayar makanan itu: keluarin hape + scan kode QR. ngga perlu nunggu kembalian dan ngga perlu nunggu kartu debet digesek dulu. masyaallah.
btw, saya pikir, di negara-negara maju udah pada lebih canggih?
beberapa pekan kemarin nonton video orang-orang indonesia yang jualan di salah satu negara bagian di amerika. setelah lihat pembeli pada bayar, saya mikir, kok bayarnya (tunai/debet) ribet + lama banget ya. ngga ada sama sekali yang pakai sistem model QRIS kayak di sini.