fatima: "prabowo punya cita cita, tidak ingin ada anak anak indonesia tidur dalam perut lapar"
"nah tapi mbg ini kan dibagiin (sekali) di siang hari di sekolah. jadi ketika dia pulang ya lapar lagi" 😂
🚨 Pep Guardiola: “What is Barça missing to win the Champions League? The Champions League is a competition that DESTROYS projects, and I hope that’s not the case at Barça”.
“We must not think that just because you don’t win it, everything that has been built is no good. The league is the competition that gives you consistency and continuity. In the Champions League, you need to reach the decisive stages in good condition, without injuries, and refereeing also has a huge impact”.
“What matters is that the daily work is excellent, that the team keeps growing and improving, and that they don’t believe the season is a failure just because they don’t reach the Champions League final or win it. The league is what sets the foundation for judging whether a season has been good or not”.
Had a great discussion with @audieonx on why Arsenal di rujak TOTAL sama semua fans klub bola bukan cuma di Premier League tapi SELURUH DUNIA.
Simply put karna mereka ga ngehargain sejarah mereka sendiri. You can call Chelsea and City “oil club” as much as you want, tapi mereka MENGAKUI sejarah mereka.
Beda hal nya dengan Arsenal yang seakan - akan menutup era dan sejarah mereka under Arsene Wenger sebagai “mimpi buruk”, fans klub lain membuat lelucon era kelam mereka.
MU dengan post SAF, Liverpool dengan era Brendan Rodgers, Chelsea dengan pre Mourinho dan post Roman, City dengan era Mark Hughes (pre-Mancini) dan mayoritas fanbase nya yang sudah acceptance bahwa kalo mau diakui, maka harus humble terlebih dahulu.
Arsenal? Mereka berusaha sekeras mungkin menutup tirai era Wenger yang bahkan menjadi pondasi awal klub. Arsene Wenger bleeds Arsenal dan kita semua pasti ingat gimana caranya fans Arsenal berusaha mengusir ICON klub tersebut, something that other fanbase wouldn’t even dare to think about.
Layaknya sebuah bom waktu karma, Arsenal melupakan daratan, sejarah, dan identitas klub mereka.
Their humbleness went down with Highbury, shell of their own, klub yang mereka cap sebagai “oil clubs” lagi lagi mempecundangi mereka e.g PSG, City, Chelsea, dan bahkan klub klub tersebut menunjukkan identitas dan budaya klub yang lebih kental dibanding Arsenal.
#MUFC🔴
Yowis itu aja.
Semoga fans2 arsenal yg seru2 dan lucu2 bisa ttp bertahan di medsos, di era gempuran rage baiting.
🤝🤝🤝🤝🤝
Rayakan EPL nya, semoga musim depan kita bisa bersaing lagi kawan
Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, merayakan kemenangan, dan tetap setia saat klub sedang terpuruk. Namun di era sekarang, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, SIRIKISME. 😂
Fenomena ketika sebagian suporter atau fans tidak lagi fokus pada perkembangan klub yang mereka dukung, melainkan lebih sibuk memantau, mengomentari, dan berharap klub lain gagal juara. Ketika tim sendiri gagal meraih trofi atau prestasi, perhatian mereka tidak tertuju pada MASALAH klub yg mereka sukai.
Yang menjadi fokus justru berapa banyak trofi yang dimiliki rival, bagaimana cara meremehkan pencapaian mereka, dan kapan momen yang tepat untuk mengejek mereka.
"Padahal, keberhasilan klub lain tidak menghapus sejarah klub kita" 🤝
Jumlah trofi klub yg udah dimenangkan tidak membuat koleksi berkurang satu. Namun bagi penganut SIRIKISME, melihat rival sukses sering kali terasa lebih menyakitkan daripada melihat timnya sendiri gagal.
Cirinya cukup mudah dikenali qo:
1. Lebih hafal kekalahan rival daripada kemenangan klub sendiri.
2. Muncul paling depan ketika rival kalah, lalu menghilang saat rival juara.
3. Menganggap setiap prestasi lawan sebagai ancaman terhadap harga diri pribadi.
4. Menjadikan kebencian terhadap rival sebagai identitas utama fandom.
5. Lebih sering membahas klub lain daripada klub yang mereka dukung sendiri.
Padahal esensi menjadi adalah tentang mendukung, bukan sekadar membenci.
Beberapa orang menonton bola untuk menikmati pertandingan.
Beberapa orang menonton bola untuk melihat pemain favoritnya berkembang.
Beberapa orang menonton bola untuk merasakan kebahagiaan ketika klubnya menang.
Tapi ada juga yang menonton bola hanya untuk menunggu klub lain terpeleset. Dan ketika rival terus berkembang, terus memenangkan trofi, dan terus menciptakan sejarah baru, mereka kehabisan bahan pembicaraan.
Ujung-ujungnya yang tersisa hanyalah membuka kembali arsip sejarah lama, mengulang cerita puluhan tahun lalu, dan hidup dalam kenangan yang semakin jauh dari realitas saat ini.
Masa depan dan sekarang tidak menarik bagi mereka.Karena satu-satunya tempat di mana mereka masih merasa unggul adalah masa lalu.
Kita tau sekarang sepak bola selalu bergerak ke depan. Generasi berganti, pemain berganti, pelatih berganti, bahkan dinasti pun berganti.
Kadang klub kita ada di fase jaya-jayanya. Tapi beberapa moment, klub yang kita cintai masuk kedelam jaman kegelapan atau dark era.
Yang terus hidup dalam nostalgia tanpa mampu menerima kenyataan hanya akan menjadi penonton dari sejarah yang sedang ditulis oleh orang lain.
PADA AKHIRNYA,
Klub juara mengangkat trofi 🏆
Fansnya merayakan pencapaian klubnya 💙🖤
Sedangkan penganut SIRIKISME,
mengangkat arsip, berharap masa lalu bisa mengalahkan kenyataan, menghabiskan waktu mengecilkan trofi, mencari celah untuk meremehkan prestasi, atau berharap keberhasilan itu terlihat tidak istimewa 🥲
Hi Kevin, we were celebrating Chelsea finishing 10th in the League, 33 points behind Arsenal, after spending £1 billion on players who wouldn’t get on our bench and whose only European football next season will be on a beach in Marbella. Thanks for asking!
LA CELEBRACIÓN MÁS GRANDE DE LA HISTORIA EN INGLATERRA 🤯🏴
La Policía Metropolitana de Londres confirma que más de 1,5M de personas han acudido a la rua del título de Premier League del Arsenal 🏆
#PremierLeagueDAZN ⚽️🏴
For years, the running joke was “Arsenal 4th”
Then the running joke was “Arsenal 2nd”
Now they’re making fun of Arsenal for winning the Premier League and losing in a Champions League final on pens to the reigning champs
Our rivals’ biggest games this year were watching us 😂
🚨🎙️Wayne Rooney: “Arsenal have been robbed tonight” 🤯
Rooney 🗣️ “I’ll be completely honest, Arsenal were absolutely robbed tonight, there is no other way to put it. You look at that foul on Noni Madueke in the box; it’s a stonewall, 100% clear penalty. How the referee or VAR hasn't given that is beyond me, and it completely changes the dynamic of a Champions League final.
But for me, the moment that truly gave it away the moment you knew exactly what the referee was doing was that halftime whistle. To blow the whistle right as Arsenal are literally standing there about to take a corner? I’ve played this game a long time, and you rarely see that unless there’s a blatant bias. It was shocking, and it set the tone for everything that followed.
In the second half, it became a totally different game, and not because of the football. The referee made absolutely sure that every single 50/50 call, every little nudge, and every major decision went straight to PSG. It completely killed Arsenal’s momentum. But to be fair, I’m not even surprised. We saw the exact same story when they played Bayern Munich earlier in the tournament. The officiating was heavily skewed then, and it’s happened again on the biggest stage.
PSG might be lifting the trophy, but they cannot honestly look at themselves in the mirror and be proud of the way they’ve won this final. To win the biggest prize in club football like that? It leaves a horrible taste. Arsenal deserved so much more tonight.”
Memang harus diakui kalo di fase bertahan kemarin Arsenal sangat baik & pilihan paling logis gunakan game plan lebih bertahan krn unggul cepat. Namun miss-nya Arteta tetap ada yaitu di fase transisi ke menyerang dimana counter attack-nya nyaris tak membuat Safonov kesusahan.
"Arsenal Granpa" they said
Sampe ditroll akun global
Tapi, sy malah salut sama Coach Justin, sampai di usianya sekarang, dia masih menggebu2 mendukung klub yg dia cintai
Biasanya di lingkungan pertemanan kami, makin dewasa justru hasrat untuk mendukung tim mulai luntur, bukan sudah tidak cinta
Melainkan lebih slow, tidak mudah marah kalau banter, malah sering "yo pancen elek jon" hahaha
This is why you will always be little old Spurs. Loser mentality 😂. You barely stayed in the Premier League. We bitched you at home & away. Most of the camp wanted you to stay up because its guaranteed +6 pts. Saka had you break dancing . Move.
APBN dan Baitul Mal: sama kah?
Kita gak bahas soal kurban-nya yah. Tapi soal APBN dan Baitul Mal 🙏🏻
Dalam diskusi tentang negara modern dan hukum Islam, saya sering merasa bahwa kita terlalu cepat menyederhanakan baitul mal hanya sebagai “kas negara” versi Islam. Padahal sejarah menunjukkan bahwa fungsi baitul mal jauh lebih luas dan kompleks daripada sekadar tempat menyimpan uang.
Al-Māwardī dalam Al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah membahas fungsi fiskal negara secara cukup luas, termasuk pengelolaan kharāj, jizyah, zakat, fai’, dan pembiayaan kepentingan umum. Ini menunjukkan bahwa baitul mal sejak awal bukan hanya soal pemasukan negara, tetapi juga tentang bagaimana kekayaan itu dikelola demi kemaslahatan masyarakat.
Karena itu, ketika negara modern menjalankan subsidi, jaminan sosial, pembangunan fasilitas umum, bantuan pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan publik, secara substansi hal itu sangat dekat dengan spirit bayt al-māl sebagai instrumen ri‘āyah al-ra‘iyyah (pengurusan rakyat oleh negara).
Namun menurut saya, baitul mal tidak bisa disamakan begitu saja dengan APBN. Sebab APBN hanyalah instrumen anggaran negara. Sementara baitul mal adalah institusi. Dalam konteks modern, ia mungkin lebih mirip gabungan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan BAZNAS sekaligus. Ada fungsi fiskal, pengelolaan keuangan, distribusi sosial, bahkan stabilitas ekonomi di dalamnya.
Tentu APBN modern juga tidak identik sepenuhnya dengan baitul mal klasik. Struktur negara modern berbeda. Sumber pemasukan negara juga berbeda. APBN bertumpu pada pajak, utang, investasi, dan sistem ekonomi global modern, sementara baitul mal klasik memiliki pos-pos syar’i yang lebih spesifik.
Namun jika dilihat dari tujuan besarnya, ada kesinambungan yang menarik. Negara modern yang menggunakan anggaran publik untuk melindungi rakyat miskin, memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, dan mengurangi ketimpangan sosial, sesungguhnya sedang menjalankan sebagian spirit maqāṣid al-syarī‘ah.
Mungkin karena itu pula kita perlu berhenti melihat welfare state sebagai konsep “Barat” yang asing dari tradisi Islam. Dalam banyak hal, gagasan tentang negara yang hadir untuk menjaga martabat dan kesejahteraan rakyat justru memiliki akar yang kuat dalam sejarah pemikiran Islam sendiri.
Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah nama institusinya: baitul mal atau APBN. Yang lebih penting adalah apakah kekayaan negara benar-benar kembali untuk kemaslahatan rakyat, atau justru berputar hanya di sekitar elite kekuasaan.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Racun Ronald Koeman: Arsenal Tidak Bakal Juara Tanpa Corner Kick
"Kalian pasti sudah bisa membayangkan cara bermain timnas Inggris nanti. Mereka akan bertaruh kepada corner dan lemparan ke dalam. Dua cara itu adalah dua cara yang paling hemat energi ketika bermain di kondisi yang panas. Ya begitulah caranya Arsenal juara. Tanpa corners, mereka tidak mungkin jadi juara."
Kalimat di atas saya terjemahkan secara bebas dari TNT Sports. Apa yang "menyembur" dari mulut Ronald Koeman seperti akun centang biru di Twitter yang mencari impresi dan gajian dari Elon dengan menyenggol Arsenal. Nggak Arsenal, memang nggak makan.
Maksud saya, Koeman sedang membahas cara bermain timnas Inggris. Sejauh ini, nggak terbukti kalau timnas Inggris akan bermain dengan "gamble on" corners dan lemparan ke dalam. Intinya, sih, situasi bola mati.
Sedang membahas anak asuhan Thomas Tuchel, kenapa nggak fokus saja di sana. Oh, tidak, Koeman membawa Arsenal ke dalam diskusi ini. Maka, menurut saya, yang keluar dari mulut Koeman hanya sebatas racun saja.
Ya, racun yang bisa menjadi bahan, yang akan dibawa oleh akun-akun fans tersesat, hanya untuk mendiskreditkan Arsenal. Kenapa saya bilang racun? Karena pernyataan Koeman adalah kalimat yang muncul dari orang munafik.
Koeman yang munafik
Bagi saya, Koeman adalah sosok munafik. Dia bilang Arsenal nggak akan juara tanpa sepakan pojok. Dalam hal ini, kita anggap saja "situasi bola mati" merujuk ke pengkondisian timnas Inggris tadi.
Sementara itu, Koeman sendiri nggak asing dengan situasi bola mati. Sepanjang kariernya sebagai pemain aktif, Koeman mencetak lebih dari 100 gol dari situasi bola mati. Rinciannya sebagai berikut:
"Sepanjang karier profesionalnya, Ronald Koeman mencetak total 60 gol tendangan bebas (free-kick). Jika digabungkan dengan 115 gol penalti, total gol dari skema bola mati yang ia ciptakan mencapai 175 gol." Data tersebut saya ambil dari Transfermarkt.
Betul, Koeman adalah salah satu bek paling subur dalam sejarah sepak bola. Catatan ini yang membuatnya jadi legenda Barcelona. Satu gol tendangan bebasnya yang paling bersejarah terjadi pada final Liga Champions 1992 (Wiki) dan memberi Barcelona gelar juara.
Artinya, justru Koeman adalah sosok yang paling dekat dengan situasi bola mati sendiri.
Kemunafikan Koeman berlanjut ketika dia menjelaskan alasan (masih) membawa Weghorst ketimbang Flemming ke Piala Dunia 2026. Dia bilang begini:
"Jika kami harus memainkan pemain dari bangku cadangan, bertahan dalam bola mati, ada begitu banyak momen di mana dia [Weghorst] bisa menjadi nilai tambah yang mungkin Anda lihat atau tidak," ujar Koeman dikutip dari ESPN.
Maka sah sudah, Koeman adalah sosok yang munafik ketika bilang bahwa Arsenal hanya bisa juara karena sepak pojok. Harusnya Koeman tahu bahwa sebuah kompetisi tidak bisa dimenangi hanya dengan bola mati. Ada kerja-kerja kolektif, baik di atas rumput hijau, atau di balik kamar-kamar kerja manajemen sebuah klub.
Arsenal sendiri tidak mungkin menjadi juara hanya karena sepak pojok. Tuduhan itu sudah mengkerdilkan kerja keras tim pelatih yang merancang lini pertahahan Arsenal sampai sekokoh musim ini. Koeman, sebagai mantan bek, juga seharusnya paling tahu soal ini.
Penyesalan seorang fans sepak bola
Sebagai fans Arsenal dan sepak bola pada umumnya, saya kecewa dengan racun Koeman. Dulu, saya selalu membayangkan kalau sudah di level pelatih yang mampu menganalisis dengan berbagai bantuan teknologi, seharusnya mampu memproduksi ilmu yang baik.
Racun dari mulut dari expert ini bisa menjadi sumber perdebatan yang tidak perlu. Bahan bakar racun ini yang turut membakar timeline menjadi tidak sehat dan ikut beracun.
Edukasi busuk dari Koeman adalah salah satunya dan saya kecewa.