Ngeri ini. Efisiensi ronde pertama ini Rp 300 triliun. Akan lanjut hingga tahap 3 dg total efisiensi Rp 750 triliun.
Rp 100 t buat makan siang gratis. Sisanya semua akan ditumpahkan ke Danantara buat modal awal investasi global.
Rencana yg ngeri2 sedap.
Mas wapres @gibran_tweet jane bapak e jenengan pak @jokowi doyan duren mboten?
Kok ratau ditumbahke duren?
Iki ada black thorn sama musang king yg udah ditanam lama di jawa.
Yen kerso bisa hubungi saya njih.
Alhamdulillah, Pembangunan Masjid Negara di IKN yg eksotik hampir rampung
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menargetkan masjid bisa dipakai salat tarawih pd Ramadan mendatang
Presiden @prabowo pantang melakukan setengah-setengah
Tonggak dimulainya Peradaban baru 🇮🇩💪
Kan benar ya DC. Kalian kritik pengangkatan dia sbg stafsus dikaitkan dg efisiensi.
Direspon DC "sy tdk mau terima gaji & lain2 dari negara".
Berarti terjawab dong kritiknya?
Trus kenapa kalian masih marah? 🤦♂️
Sama seperti Hoaks KIPK dihapus, yg bermasalah itu kritik kalian.
Program efisiensi Presiden @prabowo guna menutup kebocoran dialihkan kpd rakyat
Anggaran KIP Kuliah tidak dipotong sedikitpun
Biaya mencerdaskan anak bangsa tetap jadi prioritas
Ada 1.040.192 beasiswa mahasiswa penerima KIP, dg alokasi anggaran 14,698T
Jangan percaya hoaks ya
Dulu mereka "mumet" karena Jokowi melancarkan agenda pembangunan besar-besaran, mereka bilang itu pemborosan anggaran dan tidak perlu.
Sekarang mereka juga masih "mumet" saat pemerintahan Prabowo mau melancarkan agenda "penghematan" besar-besaran, mereka bilang itu merusak aktivitas ekonomi yang sudah berjalan baik selama ini.
Mereka ini sebenarnya makhluk yang sedang "mumet" saja, apapun agenda pemerintahan akan selalu salah dimata mereka.
Seperti kata Voltaire
“Jika pemerintah membangun jembatan, mereka akan menuntut efisiensi. Jika pemerintah berhemat, mereka akan menuntut lebih banyak jembatan. Singkatnya, mereka hanya puas ketika tidak ada yang puas.”
"Hidup @jokowi" menggema begitu keras dalam perayaan ulang tahun @Gerindra, sebuah momen yang berbicara lebih lantang dari sekadar seruan politik.
Jika ada pepatah kuno yang paling tepat untuk menggambarkan ini, maka itu adalah:
"Bergaullah di tempat di mana kamu dihargai, bukan hanya dimanfaatkan."
Jokowi, yang selama bertahun-tahun menghadapi berbagai serangan dari kelompok yang dulu mendukungnya, kini menemukan resonansi yang lebih tulus di panggung politik yang dulu menjadi rivalnya.
Ini bukan sekadar simbolik—ini adalah refleksi dari bagaimana politik bukan hanya tentang kepentingan, tetapi juga tentang siapa yang benar-benar menghargai kontribusi seseorang.
Ada yang sibuk menafsirkan ini sebagai manuver pragmatis, tetapi fakta berbicara sendiri: dalam politik, penghargaan yang tulus lebih berarti daripada kesetiaan yang hanya bertahan saat berkuasa. ✍️
#hidupjokowi
1. Untuk adik2 Calon Mahasiswa Baru 2025 dr keluarga kurang mampu, fokus persiapkan diri. Abaikan Hoaks soal KIP-K dihapus pemerintah.
Jgn sia2kan waktu yg ada u/ maki2, walau pakai akun alter, hanya karena hoaks tak bertanggungjawab.
Segera daftar di https://t.co/yL8dpWXHIu
Bpk Jokowi di hujat dengan nama Mulyono
Dan berbagai nama hujatan lainnya
Nama nama itu justru berarti bagi beliau
Dan orang tidak peka dengan arti tersebut
Makin di hujat makin hebat
Karena Allah mengangkat derajat orang orang yg terdzolimi
@roman_paqr