Capek jg berdebat selama dua setengah jam. Tapi bisa saling menimba ilmu meski kadang harus bersabar karena ada saja materi dan gimmick recehan. Terimakasih kpd netizen atas dukungan yang begitu bergelora.
Etis itu lupa pada Ibu-ibu yang rela memangkas uang belanja menyumbang biaya kampanye.
Etis itu ada nyawa hilang membela perolehan suara, tapi tidak dibela untuk mendapat keadilan.
Etis itu 'ulama yang pernah mendukung dipenjara dan santri setianya terbunuh; dibezuk pun tidak.
Saking banyaknya kasus besar menimpa kita, konsentrasi publik pun pecah
1. KPK “dimatikan”
2. Sembako-Sekolah kena pajak
3. Wabup Sangihe wafat di pesawat, sempat tolak tambang emas 42k Ha.
4. Pres & DPR anti kritik
5. Revisi ITE
6. Belanja alutsista 1.760 T
7. Pelecehan seksual
Pakdhe Didi Kempot bukan sekadar musikus. Beliau adalah bukti bahwa seseorang yang kariernya pernah padam dapat kembali bersinar, merangkul generasi muda, sembari berkata bahwa tidak apa-apa untuk menunjukkan kesedihan. Pakdhe tak benar-benar pergi; karya-karyanya menetap di hati