Mari terus langitkan doa bagi Saudara-Saudara kita di Palestina. Bantu mereka, semampu yang bisa kita lakukan. Bangsa Indonesia akan selalu setia #BelaPalestina hingga mereka mendapatkan haknya untuk merdeka!
Tidak peduli seberapa besar kontribusi & dampaknya, jauh lebih penting adalah memastikan kita ada di pihak pembela Palestina. Jadilah seperti Semut-Semut Ibrahim, cukup Allah menjadi saksi atas keberpihakan kita. #BelaPalestina
Ir. Soekarno pernah mengatakan “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.” #BelaPalestina
Bangsa Indonesia akan selalu mendukung Palestina untuk mendapatkan kemerdekannya. Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan & perikeadilan. #BelaPalestina
Dahulu, Bumi Palestina adalah tempat yang penuh kedamaian bagi Muslim, Nasrani, dan Yahudi. Semua berubah setelah Zionis datang lalu menghancurkan kedamaian itu. #BelaPalestina
Kebrutalan ini bukan hanya tentang beberapa hari ini saja. Penjajahan, pendudukan tanah, pengusiran, pembantaian dan kejahatan perang oleh Zionis Israel sudah berlangsung sejak lama, hingga detik ini. #BelaPalestina
Ribuan penduduk Palestina terenggut nyawanya, diantara mereka ada ratusan anak-anak, perempuan, hingga petugas kesehatan akibat serangan brutal Zionis Israel. Blokade total dilakukan, membuat rakyat Palestina semakin menderita. #BelaPalestina
Terima kasih para pengurus, terima kasih semua alumni, terima kasih pihak sekolah, terima kasih untuk 3 tahun yang luar biasa!
Percayalah, FOKAL SMAN GAUL akan tetap hidup dan menjadi rumah bagi semua :)
Salam hangat, pengurus FOKAL SMAN GAUL 2016-2019 🙏
Sekedar meluruskan Prof Mahfud. PRRI/Permesta bukan pemberontakan dg ideologi agama. Pemimpin perlawanan Kol Simbolon (Medan), Letkol A.Husein (Padang), Letkol Ismail Lengah (Riau), Kol Kawilarang dan Lekol V. Samual (Sul-Ut). Tidak ada hubungannya denga daerah Islam garis keras.
Salam hormat Prof. Terlepas dr apapun penjelasannya, kali ini menurut sy Anda sangat tidak tepat menggunakan Istilah "Garis Keras" di tengah kondisi bangsa yg sedang sama-sama saling menjaga kedamaian pasca pemilu. Tak ada yg lain, niat sy hanya ingin mengingatkan sbg pengagummu.
Dlm term itu sy jg berasal dari daerah garis keras yi Madura. Madura itu sama dgn Aceh dan Bugis, disebut fanatik krn tingginya kesetiaan kpd Islam shg sulit ditaklukkan. Spt halnya konservatif, progresif, garis moderat, garis keras adl istilah2 yg biasa dipakai dlm ilmu politik.
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya : “Tidak ada Yang yang sesungguhnya disembah selain Engkau, ya Allah. maha suci Engkau, sesungguhnya saya termasuk golongan orang-orang yang telah zalim.” (QS Al-Anbiya’ : 87
CUPLIKAN KENANGAN TENTANG GUS DUR
9 thn yg lalu, 30 Desember 2009, Gus Dur wafat, sy sedang ada meeting kecil dgn KH Hasyim Muzadi, Cak Choirul Anam, dll di rumdin saya sbg ketua MK. Ketika berita itu tiba2 kami terdiam membisu agak lama. Tiba2 KH Hasyim berseru, "Alfatihah"
Sulit menghadirkan kenikmatan yang sebanding dengan kenikmatan merasakan dekat dengan Allah, hati menjadi tentram, tidak gelisah, kuat menghadapi ujian hidup, selalu yakin Allah bersama kita, dan melihat kita. Allah, jaga selalu iman kami, bimbing selalu kami.