Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
@MasBroTalks Sayang bgt PT Pos kurang inovasi. Sebagai orang logistik, menurut saya kalau PT Pos mau berinovasi, bakal kalah itu logistik2 lain. PT Pos punya gedung sendiri gaperlu sewa, jaringan seluruh indo, punya aset sendiri. Bakal efisien dan luas jaringannya.
🚨 JUST IN: Ingat muka mahasiswa ini? Namanya Abdi, Mahasiswa UBK yg sempat bertemu Wapres Gibran di Istana.
Turns out, BEM mereka menerima uang suap dari uang Rakyat sebesar 300 juta.
IYA 300JUTAAA, DAN ABDI INI DAPET SEKIAN PERSENNYA. DUNIA UDAH GILAAA
#IndonesiaGelap
HATI-HATI SAJA ✅️
Mending kalo ke resto gak usah pakai scan2 gitu, minta buku menu aja. Klo gak ada buku menu dan terpaksa hrs scan, minta pelayannya scan pakai hp dia...