Bapak diminta gantiin pampers anak. Masangnya miring. Anak bocor. Kasur basah.
Istri dateng, ganti ulang, beresin kasur, ganti sprei.
Bapak berdiri di samping, angkat bahu: "Yaudah kamu aja deh, Ma. Aku emang gak jago ginian."
Bapak merasa itu pengakuan jujur atas kelemahan Bapak. Rendah hati. Bahkan mungkin lucu.
Pak, itu BUKAN kelemahan. Itu STRATEGI. Dan strategi itu punya nama di dunia psikologi: Weaponized Incompetence. Ketidakmampuan yang dijadikan senjata.
Menurut gw mending nanya: political view, thought abt LGBTQ+, vasectomy, femicide, patriarchy 😔 krn dr semua itu bkl keliatan orgny kyk gmn... Perlu diingat standar moral itu penting & harus setara.
Kakak-kakak semua! Sebelum memutuskan menikah, obrolin dulu hal-hal ini ya. Biar makin kenal satu sama lain, cek apakah visi-misi kalian sama, dan kalau ada bedanya, bisa nggak sih ditolerir nanti? Jangan sampe abis nikah baru sadar beda haluan 😂
source : naomiheidi
“nama pemain jumlahnya ratusan kamu hafal, giliran aku cerita sesuatu kamu lupa”
i pray that all of you sweet, thoughtful women never have to know and be with a man like this :/
menurutku stop ga si bikin menu jualan pakai AI yang terlalu berlebihan kaya gini, makanannya jadi keliatan ngga ada nyawanyaa dan ga bikin ngiler sama sekali malahan, sebagai pembeli pun aku beneran ga tertarik ngeliatnyaa:(
Dear mosseru marketing lu jelek dan rasis. Seolah2 orang kulit sawo matang jelek banget dikatain sawo busuk dan agung2in kulit putih. Apasih anjir banget sumpah mending lu benerin marketing lu
one of the nicest feelings is to be with someone who genuinely likes you. not only romantically but as a person, they enjoy your company. they listen when you speak, notice your details. being around you feels easy. you never have to wonder if you’re welcome or being tolerated