1. Pasca PD II, dua kru U-219 (kapal selam Nazi Jerman) ikut memerangi Belanda saat agresi militer
2. Sepak terjang NSDAP dari 1931 yang menjadi cikal bakal PFI (Partai Fasis Indonesia) —> PFI lebih kearah chauvinisme Jawa (Restorasi Majapahit)
“bukan karena pak Prabowo mengejar mafia, mafia itu adalah dalangnya, jika semudah itu mengkategorikan seseorang untuk menjadi dalang dari adanya kerusuhan, saya gaperlu sekolah & kuliah”
- bung Ferry
Riza chalid? sejak koalisi kimplus duduk di parlemen & dilucuti kejaksaan agung, apakah masih punya power? LOGIKANYA dengan koalisi 02 yang se-overpower sekarang, seharusnya dalam hitungan bulan RC bisa tertangkap & nangkap koruptor/mafia ga bikin tangan anda suci pak, maaf.
secara trias-politica memang posisi Presiden (eksekutif) & DPR legislatif) itu setara, but PRABOWO punya 470 koalisi (kimplus) yang dimana duduk di kursi parlemen DPR (dari total 580 orang), kalo kita berpikir secara logika, MASA IYA Prabowo gabisa intervensi keputusan DPR????
Menurut opini saya, ada beberapa kemungkinan atas hadirnya penyusup/oknum/ “false flag” dan ada beberapa pihak yang diuntungkan. Jika agendanya adalah “darurat militer” jelas yang diuntungkan adalah yang terhormat bapak presiden karena supremasi militer menjadi nyata.
Demo sebelumnya berjalan lancar, demonstran punya tuntutan yang jelas dan terstruktur hingga terjadilah aksi kriminal yang dilakukan aparat, saudara kita yang bernama Affan Kurniawan menjadi korban —> Tuntutan demo yang sebelumnya jelas & terstruktur menjadi tidak jelas arahnya.
—> Terjadilah peristiwa anarkisme mulai dari pembakaran fasum, penjarahan, rakyat vs aparat hingga seruan untuk menindas kaum minoritas yang dilakukan oleh beberapa oknum provokator yang dimana membuat demonstran dicap sebagai anarkis & rakyat kehilangan legitimasi.
gesekan antara polri & tni itu BENAR ADANYA, bisa dilihat gua jam 4 subuh ada di exit tol slipi, grogol, tomang.
Polisi menembakkan water cannon & tear gas
TNI memberikan logistik & medis sambil meneriakkan “TNI BERSAMA RAKYAT”
maybe agenda propaganda supremasi militer?